Pemprov Jateng Kerjasama PT KIK, Ganjar Tawarkan Sistem Ijon dengan SMK

September 8, 2020
Belum ada gambar

“Di beberapa tenant (penyewa) di KIK seperti dari Jepang, Eropa, Amerika, atau lainnya, siswa SMK harus bisa berbahasa Inggris, atau dari Tiongkok maka siswa harus bisa China. Itu bisa kita siapkan dari sekarang. Nah ini rintisan yang sudah beberapa tahun ini kita siapkan, agar link and match ini betul-betul bertemu,” ujarnya.

Direktur Eksekutif KIK, Didik Purbadim engatakan, keberadaan KIK selain membangun ekonomi juga sosial.

“Link and match itu merupakan bagian penting agar industri bisa sustain, bisa kelanjutan. Jadi aspek sumberdaya manusia sangat penting untuk pengembangan industri di Jawa Tengah,” kata Didik.

Dia menjelaskan di KIK terdapat 62 investor dari delapan negara, seperti Taiwan, China, Hongkong, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Pada saat ini ada sekitar sembilan industri sudah beroperasi, 15 perusahan lain sedang konstruksi, dan pada 2021 akan beroperasi.

“Tentunya kesiapan SDM sangat dibutuhkan. Mulai saat ini sudah dijalin antara industri dan SMK,” tuturnya.

Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Padmaningrum membeberkan, saat ini keterserapan siswa SMK ke perusahaan terbilang tinggi. Dari 1.600 unit SMK itu terserap hingga 82 persen ke dunia industri. Sedangkan 13 persen dari mereka melanjutkan ke perguruan tinggi dan sisanya masuk daftar tunggu, berwirausaha, dan lainnya.

“Link and match itu antara dunia sekolah dengan dunia sekolah itu sama,” kata Padmaningrum.

Praktis, gol dari SMK adalah siswa sudah siap masuk industri. Sebab dasar tenaga kerja sudah disiapkan di sekolah yang ditiru dari perusahaan. Selain juga, sekolah mendukung siswa agar menjaga kesehatan.

“Sekolah tidak bisa melepaskan diri dari masalah kesehatan. Jadi olahraga, ilmu, itu sangat penting untuk memperkuat SDM kita,” jelasnya. (*)

Komentar

VIDEO TERKINI