Pemprov Jateng Kerjasama PT KIK, Ganjar Tawarkan Sistem Ijon dengan SMK

September 8, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menawarkan sistem ijon kepada perusahaan atau pelaku industri di Kawasan Industri Kendal (KIK) dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sehingga, lulusan SMK di Jawa Tengah bisa memenuhi kebutuhan tenaga kerja perusahaan di KIK.

“Kalau mereka mau saya tawarkan untuk ngijon. Silakan diijon dari SMK-SMK kita, terus ilmu pengetahuan apa, keterampilan apa, bagaimana caranya dan seterusnya, kita akan terbuka untuk itu,” ujar Ganjar usai penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemprov Jateng dengan PT KIK tentang kerja sama link and match Kompetensi Vokasi di Jateng tahun 2020 – 2025, di kantor Gubernur Jateng, Selasa (8/9/2020).

Ditambahkan, sistem ijon adalah hal yang lazim dilakukan tengkulak pembeli hasil panenan petani, dengan cara memberikan uang di muka, selagi tanaman petani belum dipanen. Tapi sejumlah perusahaan, kini juga melakukan sistem ijon dalam perekrutan calon tenaga kerja (Canaker) dari siswa yang belum lulus.

Dalam acara yang dihadiri sekitar 15 penyewa KIK yang berasal dari luar negeri itu, Ganjar mengungkapkan, menggabungkan antara SMK dengan industri merupakan salah satu mimpinya. Mutlak dalam prosesnya harus ada pembelajaran industri dan perusahaan.

“Anak-anak kita sudah mulai bisa punya orientasi mau kerja di mana,” sambungnya.

Pihaknya menawarkan dari perusahaan yang ada di KIK bila menghendaki kualifikasi tertentu dari siswa SMK, maka akan dipenuhinya. Termasuk nantinya sekolah akan memperbaiki kurikulum supaya sesuai dengan kebutuhan di dunia industri. Sehingga tidak hanya satu konsep saja belajar di sekolah, tapi mengerti juga praktiknya. Bahkan, siswa bisa mengenal produk.

Nantinya diharapkan siswa SMK akan memiliki gambaran akan bekerja di perusahaan apa setelah mereka lulus. Tentunya berdasarkan dengan keahlian siswa yang diharapkan perusahaan, termasuk bahasanya.

Komentar