Pupuk Kaltim Pastikan Stok Pupuk di Jateng Aman

September 6, 2020
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Anak usaha PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Kaltim menjamin stok pupuk bersubsidi maupun non subsidi untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam kondisi aman menjelang musim tanam Oktober 2020.

“Pupuk Kaltim pastikan stok untuk Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam kondisi aman, baik untuk pupuk bersubsidi maupun non subsidi. Sebab kebutuhan petani di seluruh wilayah distribusi Pupuk Kaltim merupakan prioritas untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (6/9/2020).

Bahkan, lanjut dia, stok pupuk bisa memenuhi tambahan alokasi pupuk bersubsidi sesuai pengajuan Pemerintah Daerah, yang kini tengah dalam proses peninjauan untuk mendapatkan persetujuan Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait.

Rahmad mengimbau distributor Pupuk Kaltim di Jawa Tengah dan Jawa Timur turut mengawal penerapan kartu tani sebagai akses mendapatkan pupuk bersubsidi agar kebutuhan petani jelang musim tanam bisa terpenuhi dengan baik.

Meski ketetapan kartu tani diberlakukan secara bertahap, lanjut dia, namun untuk kawasan pulau Jawa ditarget rampung 100 persen pada September 2020 sesuai aturan Kementerian Pertanian.

“Sejatinya pupuk bersubsidi tidak kurang, hanya saja untuk mengakses dibutuhkan kartu tani agar penyaluran sesuai alokasi Pemerintah bisa tepat sasaran. Mari kita kawal penerapan kartu tani ini dan jika masih ada yang bermasalah, segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” kata Rahmad usai temu distributor sekaligus peninjauan langsung gudang Pupuk Kaltim di 2 provinsi pada 2 – 3 September 2020.

Terkait isu yang mewajibkan petani membeli produk non subsidi jika ingin mengakses pupuk bersubsidi, secara tegas ditepis Rahmad Pribadi. Sebab pupuk bersubsidi teralokasi sesuai Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) yang diatur Pemerintah, sehingga untuk tambahan kebutuhan petani berdasarkan luasan lahan, bisa dipenuhi dengan produk non subsidi.

Komentar

VIDEO TERKINI