Jadi Calon Tunggal, Tidak Ada Jaminan Hendi-Ita Menang Lawan Kotak Kosong

September 4, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – Bakal calon Walikota dan Wakil Walikota Semarang petahana Hendar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu (Hendi-Ita) mendaftar sebagai peserta satu-satunya yang akan berlaga di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Kota Semarang Desember 2020. Keduanya mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, Jumat (4/9/2020).

Pasangan Hendi-Ita mendaftarkan diri usai menjalankan ibadah salat Jumat. Untuk pendaftaran tidak berlangsung di Kantor KPU, tapi di Poncowati Hall, Hotel Patra Jasa Semarang.

Meski menjadi calon tunggal, tidak ada jaminan pasangan Hendi-Ita akan menang melawan kotak kosong. Seperti di Pilwalkot Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 2018 lalu, pasangan calon tunggal justru dikalahkan oleh kotak kosong.

Saat itu, perolehan suara kotak kosong pada Pilkada Makassar 2018 sebanyak 53,23 persen, sedangkan perolehan suara calon tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi (Appi-Cicu) yang diusung 10 partai besar memperoleh suara sebanyak 46,77 persen.

Bakal calon walikota Semarang, Hendrar Prihadi pun mengaku, meski melawan kotak kosong, dirinya sebagai calon tunggal belum tentu akan memenangkan pertarungan.

“Apakah kalau calon tunggal, Hendi pasti menang? Tidak! Sedulur-sedulur tetap harus datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember nanti. Jangan sampai ada yang berpikir, tanpa datang ke TPS, Hendi tetap menang,” tekan pria yang akrab disapa Hendi ini.

“Dinamika politik tetap berjalan. Maka harapanya masyarakat datang ke TPS, tidak perlu takut kena covid, karena KPU sudah punya prosedurnya agar tidak terjadi penularan,” lanjutnya.

Hendi yang datang menggunakan kemeja putih tersebut mendaftarkan diri dengan diantarkan oleh 16 partai pengusung dan pendukungnya, yaitu PDI Perjuangan, Gerindra, Demokrat, PKS, PKB, Golkar, PAN, Nasdem, PSI, PPP, Hanura, Gelora Indonesia, PKPI, Berkarya, dan PBB.

Komentar