Di Jepara, PLN Inovasikan Serbuk Kayu Jadi Batu Bara Nabati

September 4, 2020
Belum ada gambar

JEPARA, RAKYATJATENG – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN UIK TJB) memiliki inovasi batu bara nabati (BBN). Inovasi itu untuk mendukung pengembangan penggunaan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. BBN ini dibuat dari sampah organik dan sampah serbuk gergaji kayu.

Inovasi pertama di Indonesia itu menjadi solusi untuk PLN maupun Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. PLN dengan penggunaan energi baru terbarukan. Sedangkan Pemkab Jepara menghadapi penanganan sampah.

General Manager PLN TJB Rahmat Azwin melalui Asisten Manager Komunikasi Grahita Muhammad menjelaskan ada regulasi dari pemerintah memiliki roadmap pada 2025, 23 persen komposisi pembangkitan listrik dari energi terbarukan. Maka diluncurkanlah Tanjung Jati B Organic Solution (TJOS) berupa produk BBN.

“Setelah kami riset ternyata di Jepara luar biasa potensinya. Jepara memiliki potensi sampah 1.108 ton per hari. Komposisi limbah kayu 36 ton per hari. Sayang kalau terbuang sia-sia. Maka dimanfaatkan untuk pengembangan EBT sekaligus mengatasi pengelolaan sampah,” ujarnya.

Pembuatan BBN menggunakan metode bio drying atau peuyeumisasi sampah. Menyusutkan 50 persen dari potensi 36 ton sampah kayu basah menjadi kering. Sehingga dalam sehari ada potensi 18 ton BBN yang diproduksi. Dengan harga Rp 500 rupiah per Kg, potensi pengembangan ekonomi di masyarakat ini bisa mencapai Rp 3,3 M per tahun.

BBN itu dikolaborasikan dengan Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Lingkungan Hidup. Hingga November mendatang ditarget bisa memproduksi 50-100 ton BBN. BBN itu akan diujikan metode co-firing pada pembangkit listrik.

Pihaknya menghitung, jika 100 ton BBN itu sukses diujicoba pada mampu menghasilkan 100 Mega Watt/hour. “Memanfaatkannya jadi substitusi atau campuran batu bara,” terangnya.

Komentar

VIDEO TERKINI