Tolak Bala Pandemi COVID-19 Lewat Tradisi “Suran Tutup Ngisor”

September 2, 2020
Belum ada gambar

“Malam ini kami ‘miwiti’ (memulai rangkaian tradisi ‘Suran’, red.),” ujar Sitras.

Rangkaian tradisi “Suran Tutup Ngisor” yang tahun ini sebagai ke-85 dilanjutkan pada Rabu (2/9) berupa pembacaan Surat Yasin, kenduri, pemasangan sesaji di berbagai tempat di kampung itu, tirakatan, persembahan panembrama, beksan Kembar Mayang, dan puncaknya pementasan wayang sakral dengan lakon “Lumbung Tugu Mas”, sedangkan pada Kamis (3/9) berupa kirab jatilan dan wayang topeng.

“Kali ini kami tidak menghadirkan pementasan dari luar daerah (sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, karena pandemi, red.). ‘Suran’ dilakukan oleh keluarga padepokan. Kami menyesuaikan dengan situasi,” katanya.

Simbol-simbol tolak bala dari pandemi COVID-19 selain disajikan melalui doa para sesepuh padepokan pada pertengahan pentas wayang sakral, juga saat kirab jatilan mengelilingi kampung itu tiga kali sambil membawa sejumlah alat dapur.

Tahun ini, saat kirab jatilan juga dilakukan penaburan beras kuning, selain pemukulan linggis menggunakan muntu dan penabuhan tampah memakai centong.

“Suran tahun ini kami sertakan penaburan beras kuning saat kirab jatilan,” kata dia.

Ia mengemukakan pentingnya berbagai upaya mengatasi COVID-19 dan dampaknya supaya kehidupan masyarakat pulih, setelah sekitar enam bulan terakhir dunia menghadapi pandemi virus tersebut.

“Termasuk terus-menerus dikuatkan kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan,” kata Sitras Anjilin. (Antara)

Komentar

VIDEO TERKINI