Pilkada Grobogan: Tak Bisa Calonkan Kader karena Terbatas Jumlah Kursi

Agustus 30, 2020
Belum ada gambar

Dia menyebutkan, selama tiga kali Pilkada. PKB selalu maju dengan mengajukan kader. Yaitu mulai Pilkada 2005 mengajukan Bambang Pujiyanto sebagai Wakil Bupati. Pilkada 2010 mengajukan HM Nurwibowo sebagai calon wakil bupati dan Pilkada 2015 mengajukan wakil bupati Edi Maryono (alm) berpasangan Sri Sumarni.

”Persyaratan untuk pencalonan Pilkada bagi anggota dewan juga berat karena syaratnya harus mengundurkan diri dan tidak cuti. Maka peraturan diusulkan harus diubah agar bisa meramaikan demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Adanya paslon tunggal di Grobogan juga dipengaruhi adanya masa jabatan bupati itu tiga tahun apa lima tahun yang belum ada kejelasan. Sehingga dari partai dan kader belum bisa memetakan untuk pertarungan di Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

”Kami harus memetakan dari aspirasi bawah. Karena belum bisa maju sendiri maka kami koalisi sesuai dengan keputusan DPP,” terang dia.

Hal sama juga diungkapkan Ketua DPC Gerindra Grobogan Sugeng Prasetyo. Partainya mengusung Sri-Bambang karena melihat kondisi di lapangan. Paslon Sri-Bambang memiliki elektabilitas tinggi dan realita di lapangan kinerja bagus.

”Pinginnya mengajukan kader sendiri sebagai cabup dan cawabup sendiri. Tetapi karena elektabilitas dan kinerja dari petahanan bagus maka kami dukung untuk kembali untuk menyelesaikanya,” terang dia yang juga persiapkan kader untuk Pilkada 2024 mendatang.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Grobogan HM Fatah. Partai berlambang kakbah ini belum bisa mengajukan paslon sendiri karena keterbatasan kader partai untuk maju sebagai cabup dan cawabup. Sehingga dirinya menyadari untuk paslon cabup dan cawabup mengusung bupati petahana untuk meneruskan pembangunan kembali.

”Kami mendukung Sri-Bambang karena dalam satu periode kinerja bagus. Maka kami dukung untuk maju kembali menjadi bupati kembali,” tandasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI