Pilkada Grobogan: Tak Bisa Calonkan Kader karena Terbatas Jumlah Kursi

Agustus 30, 2020
Belum ada gambar

GROBOGAN, RAKYATJATENG – Nyaris semua partai politik di Grobogan mengusung incumbent sebagai calon tunggal pada pilkada 2020 Desember mendatang. Sikap politik berjamaah ini bukan karena minim kader terbaik parpol. Tetapi, jumlah kursi legislatif mereka yang terbatas.

Pasangan calon (paslon) calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Grobogan di Pilkada hanya ada calon tunggal. Sebab, semua partai yang ada di Kabupaten terluas kedua se-Jawa Tengah mengusung bupati petahana dan Ketua DPC PDI P Grobogan Sri Sumarni berpasangan dengan mantan Direktur RSUD R Soedjati Purwodadi Bambang Pujiyanto.

Adanya calon tunggal ini, menjadikan pertanyaan untuk partai apakah tidak mempunyai kader untuk maju sebagai cabup dan cawabup. Total ada 12 partai di Kabupaten Grobogan. Sepuluh partai mempunyai kursi di DRPD Grobogan. PDI P (19 kursi), PKB (7 kursi), Gerindra (5 kursi), PPP (5 kursi), Hanura (5 kursi), Golkar (3 kursi), Demokrat (2 kursi), PKS (2 kursi), PAN (1 kursi) dan Berkarya (1 kursi). Dua partai lainya Nasdem dan Perindo tidak punya kursi di dewan.

Ketua DPC PKB Grobogan HM Nurwibowo mengatakan, partai yang dipimpinnya tidak mengajukan paslon dari kader partai karena terbatas dengan perolehan kursi di DPRD Grobogan. Yaitu hanya memiliki 7 kursi. Sedangkan persyaratan pencalonan harus mempunyai 10 kursi di dewan atau 20 persen dari jumlah kursi dan 25 perolehan suara.

”Bukanya kami tidak mengajukan sendiri kader. Tetapi karena peraturan di KPU untuk pencalonan minimal 10 kursi di dewan. Kami baru mempunyai 7 kursi. Mau koalisi dengan partai lain belum ada titik temu,” kata HM Nurwibowo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Grobogan.

Komentar

VIDEO TERKINI