Tidak Bermasker, Warga Dihukum Push-up dan Menghafal Pancasila

Agustus 25, 2020
Belum ada gambar

GROBOGAN, RAKYATJATENG – Tindakan tegas dilakukan tim gabungan dari Satpol PP, Polres Grobogan, Kodim 0717 Puwodadi, Dinas kesehatan dan Disperindag bagi yang tidak mengenakan masker. Warga membandel tidak memakai masker dihukum push up dan squout jump di tempat.

Tidak hanya itu, mereka juga dihukum menghafalkan Pancasila. Mereka juga diminta untuk membeli masker kemudian memakainya. Pelanggaran tidak masker ditemukan di depan pasar Induk Purwodadi dan salah satu rumah makan di Jalan R Soeprapto Purwodadi.

”Kami hukum push up dan menghafalkan Pancasila agar warga sadar untuk tetap memakai masker,” kata Kepala Bidang Penegakan Perda Satpol PP Eny Erawati, kemarin.

Bagi pelanggar laki-laki diminta push up 15 kali dan bagi perempuan squot jump 15 kali. Razian masker dimulai dari pasar induk Purwodadi, pasar pagi, pasar burung, pasar nglejok, toko modern Indomaret, Alfamart dan swalayan Laksana serta Luwes Purwodadi. Pelaksanaan ini sesuai dengan Perbup nomor 48 tahun 2020 pasal 4 tentang penerapan disiplin penegakan hukum sebagai upaya pencegahan virus corona atau virus covid 19.

”Setiap pasar dan swalayan harus menyediakan cuci tangan, termogan dan penyemprotan rutin untuk pencegahan. Kita menemukan kebanyakan ke pasar tradisional fasilitas cuci tangan masih kurang dan tidak ada pengaturan cuci tangan. Penegakan dan penertiban masih kurang,” ujarnya.

Sementara itu, di toko dan swalayan bagi pengunjung sudah tertib sudah memakai masker dan diperiksa suhu badan. Sedangkan kekurangan penyediaan hand sanitizer di dalam dan sosialisasi di pengeras kurang rutin serta masih kurang jelas.

”Kami beri waktu tiga hari untuk pembenahannya. Jika tidak mengindahkan kami akan berikan sanksi tertulis. Saat ini baru berupa teguran,” terang dia.

Komentar

VIDEO TERKINI