Calon Wabup Klaten dari PDIP Diganti, Yoga Bakal Dampingi Sri Mulyani?

KLATEN, RAKYATJATENG – Kejutan demi kejutan hadir jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Klaten. Paling gres, pasangan calon yang diusung PDIP bakal berubah.

Bakal calon bupati Sri Mulyani bakal didampingi Ketua DPD II Partai Golkar Klaten Yoga Hardaya. Menggantikan kader PDIP Klaten Aris Prabowo yang sebelumnya mendapat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP sebagai calon bupati, mendampingi calon petahana.

Saat dikonfirmasi, Yoga meminta semua pihak bersabar. Sembari menunggu rekomendasi dari DPP Golkar. “Sabar dulu. Menunggu adanya hujan baru, melihat indahnya pelangi,” ucap Yoga penuh canda saat dihubungi melalui sambungan telepon, kemarin (14/8), mengutip Jawa Pos Radar Solo.

Saat didesak terkait kebenaran kabar tersebut, Yoga justru baru tahu dari Jawa Pos Radar Solo. Dia berniat konfirmasi langsung ke DPD I Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah. “Saya sebagai petugas partai, siap. Terkait keputusan, kewenangan pusat (DPP Golkar),” imbuhnya.

Yoga menegaskan, komunikasi di internal Golkar solid menyosong Pilkada Klaten. Termasuk solid membangun koalisi dengan PDIP. Dia memastikan partai berlambang pohon beringin ini kompak. Tidak ada friksi dan tetap satu suara.

Jika nantinya rekomendasi DPP Golkar untuk mendampingi Sri Mulyani turun, Yoga mengaku bakal langsung bergerak. Sebab, waktu persiapan jelang dibukanya pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Klaten makin mepet. Yakni 4-6 September.

Sementara itu, Aris Prabowo yang sebelumnya mendapat rekomendasi dari DPP PDIP, belum mengetahui kabar dirinya akan diganti Yoga. Dia justru menanggapinya dengan dingin. “Kalau dari PDI Perjuangan belum. Sampai saat ini juga belum ada keputusan dari DPP. Biasa saja. I don’t care and I don’t mind,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Klaten Sri Mulyani saat ditanya soal pergantian calon wakil bupati, justru belum memberi jawaban. Bahkan pengurus DPC mengaku belum ada perubahan pasangan yang diusung.

“Secara tertulis, rekomendasi DPP partai belum berubah. DPP belum melakukan komunikasi,” terang pengurus yang enggan disebut namanya tersebut. (rs/ren/per/JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono