Pilkada Klaten: Sempat Ceraikan PDIP, Sinyal Golkar Balik Koalisi Menguat

Agustus 11, 2020
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG – Partai Golkar sempat mencabut dukungan setelah PDIP merekomendasikan pasangan Sri Mulyani-Aris Prabowo maju dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Klaten, 9 Desember mendatang.

Namun, belakangan sinyal Golkar “balik kucing” menguat. Sinyal itu sempat diungkapkan sendiri oleh Sri Mulyani yang juga menjabat ketua DPC PDIP Klaten.

Sebagai catatan, Golkar sempat membuat surat keputusan mendukung PDIP dalam pilkada, September 2019 lalu. Kemudian Golkar juga menjalin komunikasi dengan Demokrat yang mengusung One Kristanta.

Seiring berjalannya waktu, Golkar kembali menelan pil pahit. One memutuskan menggandeng Muhammad Fajri sebagai bakal calon bupati, Juni kemarin.

“Kami membangun komunikasi dengan partai lainnya. Dengan Partai Golkar bisa, dengan partai lainnya juga bisa. Tapi untuk sementara ini, PDIP dengan Golkar,” ucap Mulyani, kemarin (10/8).

Mulyani menambahkan, jika PDIP dan Golkar membangun koalisi, total memiliki 26 kursi di DPRD Klaten. Sebab, pada pemilihan legislatif (pileg) 2019, PDIP meraup 19 kursi dan Golkar tujuh kursi.

“Belum ada hitam di atas putih, tetapi sudah membangun komunikasi dengan Golkar. Komunikasi kami sangat lancar. Sangat baik. Tinggal tunggu tanggal mainnya saja,” imbuhnya.

Saat dimintai konfirmasi, Ketua DPD II Partai Golkar Klaten Yoga Hardaya mengaku masih wait and see. Pihaknya menunggu instruksi dari DPP terkait langkah yang diambil dalam menyosong pilkada. “Harapannya secepatnya (turunnya surat rekomendasi),” bebernya.

Yoga membenarkan jika terus membangun komunikasi dengan Sri Mulyani. Dia mengaku tidak ada masalah saat dulu Golkar merapat ke Demokrat. Sebelum akhirnya merasa ditinggal dan memilih keluar dari koalisi. “Dalam dinamika, tentunya bisa saling memahami. Harapan kami, tetap menjadi partai pengusung ke depannya,” ujarnya.

Komentar

VIDEO TERKINI