Pendaftaran Calon Pilkada Sebulan Lagi, PKS Boyolali masih Wait and See

Agustus 6, 2020

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Boyolali belum menentukan sikap jelang pemilihan kepala dearah (pilkada), 9 Desember mendatang. Menyusul turunnya rekomendasi DPP PDIP bagi pasangan M. Said Hidayat-Wahyu Irawan, yang juga didukung seluruh partai politik (parpol) pemilik kursi di DPRD Boyolali, kecuali PKS.

Humas DPD PKS Boyolali Ahmad Hasyim mengaku masih wait and see. Termasuk meminta masukan dan saran dari internal partai serta kader-kader di daerah.

“Pendaftaran calon (bupati dan wakil bupati) masih sebulan lagi. Kami masih membuka ruang bagi masyarakat untuk menghadirkan kompetitor bagi calon yang ada (M. Said Hidayat-Wahyu Irawan). Kami masih berusaha,” terang Hasyim, kemarin (5/8).

PKS juga belum memutuskan apakah ikut merapat ke PDIP atau memilih opsi lain. Sebab, dengan jangka sebulan ini, tak menutup kemungkinan untuk mencari dukungan dari parpol lain dalam mengusung bakal pasangan calon (paslon). “Politik itu sangat cair. Segala kemungkinan masih bisa terjadi,” ujarnya.

Secara matematis, peluang partainya mengusung bakal pasangan calon memang telah tertutup. Karena hanya punya tiga kursi di DPRD. Artinya, masih butuh minimal enam kursi tambahan. Sehingga PKS butuh dukungan suara dari parpol lain untuk mencapai target minimal 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah pemilihan legislatif (pileg) lalu.

“Kami masih berharap (parpol lain bergabung ke PKS). Semoga ada kejutan-kejutan,” imbuhnya.

Opsi lainnya, PKS berharap muncul kompetitor bagi pasangan M. Said Hidayat-Wahyu Irawan. Termasuk dari jalur independen. “Demokrasi itu kan ada kontestasi. Artinya, bukan calon tunggal. Karena ini masih ada waktu, ya kami berusaha. Semoga ada gayung bersambut dari masyarakat Boyolali,” bebernya.

Komentar