5.000 Lebih Orang Meninggal Terdaftar Pemilih

Agustus 2, 2020
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Sebanyak 5.655 warga yang telah meninggal dunia diketahui masih tercatat sebagai calon pemilih dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Petugas pencocokan dan penelitian (coklit) Pilkada 2020 Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta lantas memasukkannya sebagai pemilih tidak memenuhi syarat (TMS).

Komisioner KPU Kota Surakarta Bidang Perencanaan Data dan Informasi Kajad Pamuji Joko Waskito menjelaskan, hingga hari kesepuluh, pihaknya berhasil melakukan coklit kepada 219.982 calon pemilih. Dari jumlah itu, sebanyak 10.942 dinyatakan TMS dengan berbagai sebab.

“Paling banyak calon pemilih sudah meninggal, sudah pindah domisili kemudian pemilih tidak dikenal, dan calon pemilih bukan penduduk setempat,” terangnya, Sabtu (1/8).

Kajad merinci jumlah pemilih yang meninggal sebanyak 5.655 orang, pemilih pindah domisili 3.716 orang, pemilih tidak dikenal, 1.313 orang serta pemilih bukan penduduk setempat 222 orang. Selebihnya terdapat dua pemilih ganda, 14 pemilih dibawah umur, 10 pemilih berstatus TNI dan 10 pemilih berstatus Polri.

“Perkiraan jumlah daftar pemilih sementara paling banyak Kecamatan Banjarsari, sebanyak 137.452 orang. Disusul Jebres 110.698, Laweyan 76.891 orang, serta Pasar Kliwon dan Serengan. Masing-masing sebanyak 63.567 dan 41.301 orang,” katanya.

Setelah pendataan pada sepuluh hari pertama, KPU segera melanjutkan coklit untuk sepuluh hari kedua. Laporan hasil coklit rencananya disampaikan pertengahan Agustus mendatang.

“Secara umum 50 persen data pemilih sudah tercoklit. Laporan dari PPS (panitia pemungutan suara) dan PPK (panitia pemilihan kecamatan) menggunakan aplikasi Google Spreadsheet,” ungkapnya.

Di sisi lain, KPU tengah menyelesaikan verifikasi syarat dukungan calon perseorangan. Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti menerangkan, pada 27 Juli hingga 4 Agustus, KPU memyelesaikan verifikasi administrasi dan kegandaan dokumen perbaikan. Pada 8-16 Agustus akan dilakukan verifikasi faktual perbaikan di tingkat kelurahan.

Komentar

VIDEO TERKINI