Jelaskan Konsep Smart City di Semarang, Hendi: Wujudkan Pelayanan Lebih Baik dan Cepat

Juli 22, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didapuk sebagai salah satu pembicara virtual meeting APJII-FORKASI bertema Kesiapan Infrastruktur Menghadapi Era Normal Baru, Rabu (22/7/2020).

Dalam kegiatan tersebut, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi meceritakan sejumlah upaya dalam membangun jaringan komunikasi di Kota Semarang, yang menyambungkan seluruh stakeholder.

Menurutnya Kota Semarang yang memiliki wilayah terluas dibanding kota-kota besar lain di Indonesia, dulu memiliki tantangan dalam mengupayakan pembangunan secara menyeluruh.

Untuk itu dirinya merasa perlu untuk menyambungkan seluruh daerah, agar masyarakat dapat berkomunikasi dengan mudah dengan pemerintah.

Hendi kemudian memulai program smart city pada tahun 2013. Namun dirinya menegaskan bahwa poin utama Smart City yang dibangunnya tidak hanya sekadar soal digitalisasi.

“Sepakat dengan Prof. Hono, kami meyakini bahwa Smart City tidak melulu berbicara persoalan TIK dan digitalisasi semata. Melainkan pada upaya merampingkan berbagai usaha yang dimiliki agar terwujud pelayanan yang lebih baik dan cepat,” tegas Hendi.

Di sisi lain, konsep Semarang Smart City juga menjadi solusi keterbatasan jumlah pegawai di Pemerintah Kota Semarang, yang lebih sedikit dibanding daerah lain. Dipadu dengan konsep bergerak bersama sebagai wujud partisipasi 4 pilar pembangunan, Hendi meyakini sejumlah upaya menemukan solusi perbaikan.

Di antaranya, melalui penyediaan 2.300 wifi, sistem e-government, e-monev, e-katalog lokal, perizinan online, dan aplikasi Lapor Hendi. Keberadaan berbagai sistem online ini, diakui Hendi mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat.

“Lapor Hendi misalnya, menjadi sarana warga untuk menyampaikan berbagai curhatan terkait masalah lingkungan dan layanan umum, sehingga dapat segera tertangani dengan SOP maksimal pelayanan 5 hari,” ungkap Hendi.

Komentar