Jembatan Braholo Akan Direhap Total, Butuh Dana Rp 10 Miliar

Juli 16, 2020
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Jembatan Broholo di Desa Hongosoco, Kecamatan Jekulo akan kembali diusulkan pembangunannya secara menyeluruh pada 2021 mendatang. Sebelumnya pada tahun 2018 jembatan yang berlubang ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus telah mengajukan pembangunannya dalam dana Bangub.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Arif Budi Siswanto melalui Kabid Binamarga Harry Wibowo menyatakan, dulu pihaknya pernah mengajukan pembangunan jembatan Braholo secara total. Pembangunan itu, diajukan melalui dana Bangub pada 20198.

”Sudah pernah kami ajukan namun gagal prosesnya,” katanya.

Meski gagal, pihaknya akan mengajukan kembali pada 2021 mendatang. Ditaksir untuk pembangunan jembatan secara utuh, membutuhkan dana sebanyak Rp 10 miliar. Dengan jumlah tersebut maka lebar jembatan akan bisa diperlebar.

Jika terealisasi, jembatan Broholo akan memiliki lebar sebesar 5,5 meter. Dengan lebar sebelumnya lima meter. Sementara kontruksi jembatan akan menggunakan girder. Atau rangka jembatan yang terbuat dari baja. Di lain sisi, jembatan yang sudah berumur ini, kondisi rangkanya melengkung.

”Kalau tahun ini diusulkan tidak mungkin, karena anggaran dari provinsi diperuntukan penanganan Covid,” katanya.

Sekarang ini, PUPR Kudus telah menangani jembatan yang berlubang itu. Pihaknya memasang drum di bagian sisi sebelah selatan jembatan. Untuk perawatannya, jembatan Braholo ini dianggarkan dalam perawatan rutin. Total pendanaanya sebesar Rp 250 juta.

Jembatan yang mempunyai panjang 51 meter ini, dalam perawatannya akan dicor kembali pada bagian yang berlubang. Pengecekan juga bakal dilakukan pada gelagar baja, untuk mengecek kekuatannya. Antisipasi sementara, pihaknya memasang rambu peringatan untuk pengalihan jalan. Supaya truk bermuatan tidak melintas di atas jembatan.

Komentar

VIDEO TERKINI