Pemkot Magelang Waspadai Gelombang Kedua Covid-19

Juli 15, 2020
Belum ada gambar

MAGELANG, RAKYATJATENG – Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah tetap mewaspadai kemungkinan terjadi gelombang kedua penularan COVID-19 meskipun daerah setempat telah dianggap berhasil mengendalikan penyebaran virus corona jenis baru itu selama beberapa bulan terakhir.

“Kami tetap menganggap bahwa COVID-19 masih menjadi ancaman, sehingga tindakan kewaspadaan tetap dijalankan agar tidak terjadi gelombang kedua COVID-19,” kata Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina di Command Center Kompleks Kantor Wali Kota Magelang di Magelang, Selasa, dalam Lokakarya Komwil VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) tentang “Strategi Pemerintah Daerah Dalam Penanganan COVID-19” secara virtual.

Di hadapan Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany dan Dirjen Bangda Kementerian Dalam Negeri Hari Nur Cahya Murni, serta 36 perwakilan kota-kota di komwil VI, meliputi Ambon, Gorontalo, Tidore, Pare-Pare, Ternate, Palu, Baubau, dan lainnya, ia memaparkan secara umum kondisi Kota Magelang dan upaya menghadapi pandemi COVID-19.

Ia menyebut sejak 13 Juni 2020, tidak ada lagi kasus positif virus corona jenis baru itu di daerah setempat.

Berdasarkan situs covid19.magelang.go.id, secara kumulatif orang tanpa gejala 427 orang, sebanyak 38 orang di antaranya dipantau dan 389 orang selesai dipantau, orang dalam pemantauan 315 orang, di mana 16 dipantau, satu dirujuk, 297 sehat, dan satu meninggal dunia, pasien dalam pengawasan 68 orang, dua dirawat, satu dirujuk, 57 sembuh, dan delapan meninggal dunia, pasien positif virus 33 orang, di mana 39 sembuh dan empat meninggal dunia.

Ia mengatakan data per 26 Juni 2020, angka reproduksi efektif (Rt) Kota Magelang tercatat 0,14, yang berarti peluang penularan virus ke orang lain sudah rendah.

Komentar

VIDEO TERKINI