Pasca 26 Dokter Paru di RSDM Solo Positif Covid-19, SOP Nakes Diperketat

Juli 13, 2020
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Sebanyak 26 dokter residen dan dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Daerah dr Moewardi (RSDM) positif Covid-19. Mereka selama ini menjadi ujung tombak penanganan Covid-19. Otomatis tenaga kesehatan (nakes) khusus menangani pasien Covid-19 pun berkurang. Mengatasi ini, maka dokter spesialis di luar paru akan dilibatkan.

“Sekarang saya merasa down. Karena seperempat sampai sepertiga tim residen paru yang menangani pasien positif Covid-19 berkurang. Dan saya harus atasi ini karena saya seorang dokter paru, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) dan pembimbing,” ungkap Dekan FK UNS sekaligus dokter spesialis paru Reviono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (12/7).

Reviono mengakui, dengan berkurangnya 26 tim paru ini karena harus menjalani perawatan, maka akan semakin menambah kerja tim medis semakin berat. Sebab, mereka harus menangani pasien yang terus bertambah.

“Kondisi mereka sebenarnya tidak sampai demam tinggi. Hanya gejala ringan. Tiga sampai empat hari sudah sembuh. Tapi menghilangkan virusnya ini yang lama. Paling cepat 20 hari. Sehingga kekuatan tim paru juga berkurang selama mereka dirawat. Saya berharap dua pekan lagi hasil swab test mereka bisa negatif,” kata dokter spesialis paru sejak 2003 ini.

Sebanyak 26 dokter yang saat ini dirawat di RS UNS dan RSUD dr Moewardi ini terdiri dari 22 dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Paru UNS dan empat dokter RSDM (tiga di antaranya merupakan pengajar di FK UNS).

“Dalam kondisi ini, saya harus tetap berpikir rasional. Berkecimpung dan bersinggungan langsung ancaman penularan sangat memungkinkan terjadi. Karena itu antisipasinya harus lebih jaga imunitas tubuh. Kalau kurang vit tapi harus tetap masuk, biasanya saya batasi bertemu orang dan segera istirahat jika pekerjaan selesai,” imbuhnya.

Komentar

VIDEO TERKINI