Survei CPCS: Elektabilitas Parpol Mayoritas Turun, PSI Justru Naik

Juli 12, 2020
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Survei terbaru yang dilakukan Center for Political Communication Studies (CPCS) memperlihatkan hampir semua partai politik mengalami penurunan elektabilitas dalam empat bulan terakhir.

“Dibandingkan dengan survei yang dirilis pada Maret 2020 lalu, hampir semua parpol turun elektabilitasnya, kecuali beberapa parpol di antaranya Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” ungkap Direktur Eksekutif Center for Political Communication Studies (CPCS) Tri Okta S.K. dalam press release di Jakarta, Minggu (12/7).

Urutan tiga besar masih didominasi PDIP, Gerindra, dan Golkar, tetapi ketiga-tiganya juga mengalami penurunan elektabilitas.

PDIP turun paling banyak dari 31,7 persen menjadi 29,2 persen, sedangkan Gerindra turun sedikit dari 14,5 persen menjadi 13,7 persen dan Golkar dari 8,9 persen menjadi 8,3 persen.

Pada papan tengah terdapat PKB (5,9 persen/5,8 persen), PKS (6,7 persen/5,7 persen), PSI (2,8 persen/4,1 persen), Nasdem (2,9 persen/3,9 persen), Demokrat (4,6 persen/3,8 persen), PPP (3,1 persen/2,8 persen), dan PAN (1,6 persen/1,4 persen).

“Semua parpol papan tengah pun cenderung turun, kecuali PSI dan Nasdem yang naik cukup signifikan,” lanjut Okta.

Menurut Okta, kenaikan elektabilitas PSI cukup mengejutkan, mengingat dari hasil pemilu legislatif (Pileg) lalu tidak ada wakil PSI di Senayan.

“PSI mengandalkan wakil-wakilnya di tingkat DPRD, khususnya di DKI Jakarta yang kerap bersikap vokal, dan terbukti mampu meraih dukungan publik,” jelas Okta.

Penurunan juga cenderung terjadi pada parpol papan bawah, yaitu Hanura (0,9 persen/0,8 persen), Perindo (0,7 persen/0,6 persen), Berkarya (0,6/0,5 persen), PBB (0,3 persen/0,3 persen), PKPI (0,1 persen/0,2 persen), dan Garuda (0,4 persen/0,1 persen).

Sisanya sebanyak 18,8 persen menyatakan tidak tahu/tidak menjawab.

Komentar

VIDEO TERKINI