Tiba di Indonesia, Buron Pembobol Bank BNI Diserahkan ke Bareskrim Polri

Juli 9, 2020
Belum ada gambar

JAKARTA, RAKYATJATENG – Buronan pembobol Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa tiba di Indonesia sekitar pukul 11.00 WIB. Bos PT Gramarindo Mega Indonesia itu nampak menggunakan baju tahanan Bareskrim Polri dengan tangan diborgol.

“Beliau selama perjalanan menggunakan pakaian tersebut dan dalam keadaan tangan diborgol. Karena kita di udara, mencegah hal-hal yang mungkin saja membahayakan penerbangan,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (9/7).

Yasonna mengaku, sempat memperkenalkan diri kepada Maria. Dia pun menyebut akan menyerahkan Maria ke Bareskrim Polri untuk segera diproses hukum.

“Kami akan menyerahkan ibu ke Bareskrim Polri, hadapi saja dengan tenang, semua kita lakukan secara profesional,” ucap Yasonna.

Penangkapan terhadap Maria Pauline dilakukan oleh NCB Interpol Serbia pada 16 Juli 2019. Dia kemudian di ekstradisi dari Serbia ke Indonesia setelah menjadi buronan 17 tahun.

Maria Pauline yang menjadi buronan selama 17 tahun, merupakan Bos PT Gramarindo Mega Indonesia yang lahir di Paleloan, Sulawesi Utara, 27 Juli 1958. Dia ditetapkan sebagai salah satu tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai USD 136 juta dan 56 juta Euro atau sama dengan Rp 1,7 triliun dengan kurs saat itu, kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari ‘orang dalam’, karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Komentar

VIDEO TERKINI