Ganjar: Tak Ada Toleransi Bagi Calon Siswa Manipulasi Data PPDB

Juli 4, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan tidak menoleransi calon siswa yang terbukti memanipulasi data berdasarkan hasil validasi dan verifikasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 tingkat SMA/SMK.

“Di SMA tadi ada, agak mirip sih, SKD (Surat Keterangan Domisili) ditemukan ternyata meskipun tidak terlalu banyak. Nanti setelah kita tahu kondisinya seperti apa baru kita putuskan, tapi kita tidak akan kasih toleransi (manipulasi data),” katanya usai meninjau proses verifikasi PPDB di SMAN 1 Semarang, SMKN 4 Semarang, dan SMKN 8 Semarang, Jumat petang (3/7/2020).

Ia mengatakan jumlah temuan yang tidak banyak tersebut merupakan efek dari peringatan yang diberikan pada awal-awal pendaftaran PPDB, di mana setelah ada peringatan keras tersebut sudah banyak yang mencabut berkas tidak sesuai dengan data sebenarnya.

Untuk verifikasi di SMKN, Ganjar mengatakan tidak banyak persoalan karena PPDB untuk SMKN memang tidak menerapkan sistem zonasi dan permasalahan verifikasi yang ditemukan hanya soal klarifikasi terkait dengan lampiran untuk jalur prestasi dan afirmasi.

“Nah tadi yang prestasi perlu ada klarifikasi beberapa angka rapor, (persoalan, red.) kecil-kecil sih. Terus yang afirmasi ya beberapa surat keterangan ditemukan tetapi tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Kunjungan ke tiga sekolah tersebut dilakukan Ganjar untuk memastikan proses verifikasi PPDB berjalan lancar.

Sebelumnya, ia inspeksi ke SMAN 3 Semarang untuk melihat dan memastikan tahapan proses verifikasi lancar.

Orang nomor satu di Jateng itu, juga berpesan kepada para guru untuk memperhatikan protokol kesehatan bagi anak-anak dan wali murid yang datang langsung untuk verifikasi PPDB.

“Maka kita minta bapak-ibu guru semua bisa mengklarifikasi dengan baik. Kemarin banyak kegamangan, waktunya cukup tidak ya, bisa gak ya, ruwet gak ya, dan ternyata gampang, tidak ruwet. Saya tinggal pesan protokol kesehatannya saja karena ini anak-anak dan wali murid datangnya langsung, agar itu diperhatikan,” katanya.

Komentar

VIDEO TERKINI