Penumpang Kereta Kertajaya dan Joglosemarkerto Wajib Bermasker dan Baju Lengan Panjang


SEMARANG, RAKYATJATENG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali mengoperasikan KA Reguler Jarak Jauh (Kertajaya) dan KA Reguler Lokal Kawasan Aglomerasi (Joglosemarkerto) pada bulan Juli ini. Kereta itu beroperasi setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu.

Manager Humas PT KAI DAOP 4 Krisbiantoro mengatakan, KA Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen pulang pergi dan KA Joglosemarkerto relasi Solo Balapan-Yogyakarta lewat Semarang Tawang, Tegal dan Purwokerto akan mulai beroperasi pada tanggal 3 hingga 5 di pekan pertama, 10 hingga 12 minggu kedua, 17 hingga 19 minggu ketiga, 24 hingga 26 minggu keempat serta tanggal 30 dan 31 pada pekan terakhir bulan Juli.

“Pengoperasian kembali perjalanan kereta tersebut sebagai wujud komitmen kami untuk melayani masyarakat yang ingin bepergian atau beraktivitas keluar kota dengan menggunakan kereta api, dan tetap konsisten dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku,” kata Krisbiantoro, Kamis (2/7/2020).

Tercatat PT KAI Daop 4 Semarang sudah menjalankan KA Reguler sebanyak 18 perjalanan, baik KA jarak jauh maupun lokal, terhitung sejak tanggal 8 Juni 2020 hingga kini.

Sedangkan bulan Juli setiap weekend hari Jumat, Sabtu dan Minggu akan dijalankan KA Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi-Pasar Senen pulang pergi dan KA Joglosemarkerto relasi Solo Balapan-Yogyakarta lewat Semarang, Tegal dan Purwokerto.

“Sehingga total ada sejumlah 25 perjalanan KA di wilayah Daop 4 Semarang. Tiket dapat dipesan secara online melalui aplikasi KAI Access dan channel online lainnya mulai H-7 keberangkatan KA. Sedangkan penjualan tiket di loket stasiun dilayani mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan KA,” kata Krisbiyantoro, menambahkan.

Menurut dia, penumpang yang dapat menaiki KA Jarak Jauh seperti KA Maharani dan KA Kertajaya harus dapat menunjukkan surat keterangan uji tes PCR atau Rapid Test dengan hasil negatif atau non reaktif yang berlaku 14 hari pada saat keberangkatan.

Bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR dan atau Rapid Test dapat menggantinya dengan menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit/puskesmas. Mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

“Sementara untuk KA Lokal seperti KA Kamandaka, Joglosemarkerto tidak perlu surat keterangan uji tes PCR atau Rapid-test,” ujar Krisbiyantoro.

Ia memastikan secara umum setiap penumpang KA Jauh maupun Lokal harus dalam kondisi sehat. Di antaranya tidak menderita flu, pilek, batuk, demam, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius, wajib menggunakan masker dan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket.

“Jika saat proses boarding penumpang kedapatan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut terkait perjalanan kembali KA, masyarakat dapat menghubungi Contact Center KAI melalui telepon di (021)121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121. (Sen)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono