Pengendara Motor Wajib Nyalakan Lampu Siang Hari, Ini Alasannya

Juli 3, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Kewajiban menyalakan lampu utama bagi pengendara sepeda motor di siang hari sudah menjadi keputusan final dan mengikat. Sehingga tidak perlu diperdebatkan lagi dan pengendara wajib untuk mematuhi.

“Tidak perlu diperdebatkan lagi. Pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu saat siang hari,” jelas Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat dalam keterangan resminya, Jumat (3/7/2020).

Arman mengemukakan hal itu menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak permohonan uji materi UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), berkaitan dengan penggunaan lampu utama sepeda motor saat siang hari.

Sebelumnya, aturan itu sempat digugat oleh dua mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, Eliadi Hulu dan Ruben Saputra, usai ditilang karena tidak menyalakan lampu utama motor.

Namun, pada sidang yang digelar pada Jumat (25/6/2020) lalu, Ketua MK Anwar Usman, membacakan putusan sidang yang menolak secara keseluruhan permohonan pergantian frasa ‘siang hari’ menjadi ‘sepanjang hari’ agar memberikan kepastian hukum kapan waktu menyalakan lampu depan kendaraan bermotor yang bersifat ambigu.

Gugatan yang dimohonkan oleh dua mahasiswa UKI terjadi usai keduanya ditilang karena tidak menyalakan lampu utama motor, dinilai tidak beralasan menurut hukum.

Pertimbangan MK menolak gugatan tersebut karena makna ‘siang hari’ harus dilekatkan dengan keadaan pada saat hari terang. MK menilai bahwa tidak diperlukan pembagian pagi-siang-petang atau sore untuk memaknai dua pasal tersebut.

“Ketentuannya makin kuat dan jelas bahwa pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu kendaraan. Keputusan MK sudah dibacakan pekan lalu. Putusannya bisa diunduh dalam waktu dekat,” ungkap Arman.

Arman menyatakan, kewajiban pengendara sepeda motor harus menyalakan lampu utama pada siang hari bertujuan agar dapat mengantisipasi pengendara lain guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Jika pagi dan petang dimaknai tidak termasuk dalam siang hari yang dimaksud oleh Pasal 107 Ayat (2) UU LLAJ dan kendaraan sepeda motor belum/tidak diwajibkan menyalakan lampu utama, kecelakaan akibat gagal mengantisipasi adanya sepeda motor akan sering terjadi pada pagi dan petang,” kata Arman mengutip putusan Hakim MK.

Ditambahkan, sebagai aparat penegak hukum seluruh jajaran lalu lintas Polda Jateng tentu akan melaksanakan perintah undang-undang tersebut dengan sebaik mungkin.

“Dasar pertimbangannya pun jelas, supaya kecelakaan di jalan bisa diminimalisir. Jajaran Ditlantas Polda Jateng berharap bisa mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman dan selamat serta sehat di wilayah hukum Polda Jateng,” ungkapnya.

Arman juga mengingatkan bunyi Pasal 293 ayat (2) UU LLAJ, yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.

“Semua aturan dibuat untuk keselamatan bersama, jadi masyarakat kami harap bisa mematuhi,” jelas dia. (Sen)

Komentar

VIDEO TERKINI