Penjual Bubur di Yogyakarta Pakai Topeng Saat Layani Pelanggan, Ternyata Malah Tambah Laris

Juni 27, 2020
Belum ada gambar

“Terus kan sempat tidak saya pakai juga topengnya mas. Nah, pas itu malah banyak pembeli yang tanya ‘kok topengnya tidak dipakai bu’. Ya sudah akhirnya saya pakai topeng setiap hari,” ucapnya.

Bahkan, karena penampilannya tersebut membuat warga setempat menjuluki bubur rames Nani dengan sebutan ‘bubur topeng’. Nani pun tidak keberatan dengan sebutan tersebut.

“Karena saya pakai topeng ini jadi banyak yang nyebut bubur topeng. Kalau bagi saya tidak masalah ya, karena malah semakin banyak pembeli yang datang,” katanya.

“Jadi bisa dibilang dengan pakai topeng ini malah jadi rejeki tersendiri di saat pandemi,” imbuh Nani.

Nani sendiri mengaku setiap hari berjualan mulai dari pukul 05.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Sedangan untuk bubur yang ia jajakan adalah bubur rames.

“Bubur rames itu bubur yang pakai sambel krecek, oseng-oseng, bakmi dan capcay. Untuk seporsi harganya Rp 5 ribu, tapi banyak juga yang beli Rp 3 ribu dan tetap saya layani,” katanya.

Menyoal hingga kapan dia akan berpenampilan seperti itu, Nani mengaku hingga pandemi ini berakhir. Nantinya, jika pandemi berakhir dia akan kembali membuka usaha lesehannya di kompleks Ndalem Notoprajan.

“Kalau pas jualan bubur ini ya saya tetap pakai topeng, karena ngrejekeni (membawa rejeki). Tapi kalau selesai pandemi ini rencananya saya mau buka lesehan lagi mas,” ucapnya.

Komentar

VIDEO TERKINI