Grand Maerakaca Semarang Resmi Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Juni 27, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Tempat wisata mulai dibuka. Salah satunya Grand Maerakaca Kota Makassar. Selain penerapan protokol kesehatan yang sudah dijalankan pihak pengelola.

Ada hal yang perlu diperhatikan, yakni masalah tiketing. DPRD Kota Semarang meminta proses tiketing dilakukan cepat agar tidak terjadi antrean.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengatakan, dari pantauan yang ia lakukan, masih perlu ada pembenahan di objek wisata ataupun tempat hiburan terutama dalam sisi pembayaran dan pelayanan ticketing.

“Memang sudah menggunakan non-tunai, namun harus dilakukan cepat agar tidak ada antrean panjang,” katanya Jumat (26/6/2020).

Anang mencontohkan, pengelola objek wisata misalnya harus memberikan petunjuk yang jelas terkait alur pembayaran. Tujuannya agar pengunjung tidak kebingungan.

”Bagaimana pelayanan tiketing dengan cashles bisa lebih cepat, caranya diberi petunjuk yang jelas,” ujar Politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu, objek wisata Grand Maerakaca resmi dibuka kembali pada Jumat (26/6/2020).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyasari mengungkapkan bahwa secara kesulurahan Grand Marakaca telah menunjukkan kesiapan dalam menetapkan protokol kesehatan. Hal tersebut ditunjukkan dari adanya pembayaran dengan prioritas non-tunai.

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Iin tersebut juga memuji adanya fasilitas cuci tangan yang jumlahnya lebih dari cukup. Sejumlah tempat duduk dan perahu wisata juga diketahui telah menerapkan batasan kapasitas pengunjung.

Oleh karenanya, Disbudpar langsung memberikan izin rekomendasi setelah dilakukan simulasi di hari yang sama.

“Secara keseluruhan Grand Maerakaca sudah siap untuk dibuka. Tapi kami akan tetap pantau untuk ke depannya. Masyarakat juga kami minta untuk membantu kami dalam mengawasi. Tidak hanya di Maerakaca, di tempat wisata lainnya jika ada yang tidak menaati protokol kesehatan bisa langsung lapor ke kami,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Komentar

VIDEO TERKINI