Walikota Magelang: Saudara harus Tegas, Kalau Perlu Galak

Juni 18, 2020
Belum ada gambar

Misalnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) secara rutin melakukan penyemprotan desinfeksi di fasilitas publik, OPD bidang transportasi membuat penyekatan penumpang di angkot dan mengubah arah pejalan kaki di sepanjang Pecinan atau kawasan pusat pertokoan di Jalan Pemuda Kota Magelang, agar tidak saling berpapasan, sedangkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman memperbanyak penyediaan fasilitas cuci tangan di seluruh kota.

“Harus dibangun persepsi bahwa ‘new normal’ (normal baru) itu kita bersanding dengan virus corona. Kehidupan berjalan normal tapi protokol kesehatan harus ketat, jangan sampai kendor. Buktikan kalau kita serius menangani pandemi ini,” katanya.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina mengatakan Satgas “Jogotonggo” harus optimal dalam menjaga lingkungan, mengingat tidak sedikit orang dalam pemantauan (OTG) yang menjalani isolasi mandiri, namun tidak disiplin.

“Selain itu ketegasan memang diperlukan dalam mengawasi tamu dari luar daerah. Yang terjadi di lapangan, warga sudah patuh tapi kadang satgas tidak berani menegur tamu luar daerah yang datang ke wilayahnya. Tidak bisa menolak. Ini juga meresahkan warga. Meski mereka hanya mampir tapi potensi penularan virus tetap luar biasa. (Satgas, red.) ‘Jogotonggo’ harus ketat,” katanya. (Antara)

Komentar

VIDEO TERKINI