Ditempeli Striker Penerima Bansos, Penerima PKH Mundur

Juni 16, 2020
Belum ada gambar

KUDUS, RAKYATJATENG – Program penempelan stiker bagi penerima bantuan sosial membuat salah satu penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengundurkan diri. Sebab, penerima merasa tergolong warga mampu namun selama ini masih menerima bantuan.

”Untuk sementara yang tercatat baru satu orang penerima manfaat PKH yang menyatakan mundur saat hendak ditempeli stiker di rumahnya beberapa waktu lalu,” kata Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Kudus Habib Rifai seperti dilansir dari Antara di Kudus.

Dia mengakui, sebelumnya ketika di acara pertemuan kelompok memang sudah ada keinginan mundur ketika program penempelan stiker tersebut benar-benar dijalankan. Hal tersebut, dimungkinkan karena yang bersangkutan memang tergolong warga mampu sehingga memilih mengundurkan diri.

”Bagi penerima manfaat PKH yang merasa sudah mampu dan mandiri, memang didorong untuk melakukan graduasi atau melepaskan diri dari program bantuan biar dialihkan kepada warga yang memang lebih berhak,” ujar Habib Rifai.

Hanya saja, lanjut dia, program penempelan stiker oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus belum seluruhnya. Sebab, baru sampling di masing-masing desa di sembilan kecamatan. Secara keseluruhan, jumlah penerima PKH yang melakukan graduasi cukup banyak. Data per April mencapai 271 penerima.

Kabid Pemberdayaan Kelembagaan Sosial dan Keluarga Miskin Dinas Sosial P3APP dan KB Kudus Arini Budi Utami menambahkan, meskipun penempelan stiker belum menyeluruh, terbukti bisa menyeleksi warga yang tergolong mampu untuk mengundurkan diri.

Rencananya, kata dia, dalam waktu dekat dilanjutkan kembali sehingga 45.000 stiker bisa ditempel di 45 keluarga penerima manfaat berbagai program bantuan sosial. Mulai dari bantuan PKH, bantuan pangan non tunai (BPNT), rumah tidak layak huni (RTLH), penerima bantuan iuran (PBI) jaminan kesehatan nasional, dan kartu Indonesia pintar (KIP).

Komentar

VIDEO TERKINI