Rumah Sakit di Kudus Belum Terima Klaim Pembayaran Pasien Covid-19

Juni 15, 2020

KUDUS, RAKYATJATENG – Sejumlah rumah sakit rujukan penanganan penyakit virus corona (Covid-19) di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini belum menerima klaim pembayaran pasien Covid-19. Pelayanan terhadap pasien corona dilakukan sejak Maret.

”Sebetulnya, kami sudah rutin melaporkan pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Aisyiyah Kudus sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten setempat mengetahui klaim dari kami,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 RS Aisyiyah Kudus Agus Prasetyo seperti dilansir dari Antara di Kudus pada Senin (15/6).

Awalnya, kata dia, semua rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 diminta melaporkan, termasuk klaim biayanya kepada pemerintah. Akan tetapi, kemudian muncul surat edaran baru bahwa untuk rumah sakit lini pertama dan kedua pengajuan klaim biaya penanganan pasien Covid-19 ditanggung kementerian kesehatan. Sedangkan rumah sakit lini tiga, pengajuan klaimnya ditanggung pemerintah setempat.

Agus mengungkapkan, penanganan pasien Covid-19 dimulai sejak Maret sehingga total pasien yang ditangani selama ini berkisar 40-an pasien dengan biaya operasional mencapai Rp 500-an juta. Dia berharap ada pembayaran klaim terjadwal karena rumah sakit swasta juga membutuhkan pemasukan dan menjaga agar arus kas.

”Jika pencairan klaimnya tertunda terlalu lama, tentunya mengganggu arus kas rumah sakit. Sedangkan pengeluaran untuk biaya operasional sehari-hari juga tidak mungkin ditunda,” tutur Agus.

Biaya operasional dari satu pasien sendiri yang paling rendah berkisar Rp 8 juta untuk pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi positif corona, belum termasuk ketika membutuhkan alat ventilator.

Menurut Agus, biaya sebesar itu, biasanya habis untuk alat pelindung diri (APD), makan dan minum seimbang, obat, biaya kamar, dan biaya dokter. Kapasitas ruang kamar pasien juga dimaksimalkan hingga lima pasien, meskipun RS Aisyiyah sebetulnya hanya bisa menampung tiga pasien baik PDP maupun positif korona. ”Kami tetap berupaya semaksimal mungkin,” ujar Agus.

Komentar