Dilepas Mentan SYL, 25 Ton Gula Semut Cilacap Diekspor ke Brasil

Juni 13, 2020

CILACAP, RAKYATJATENG – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat sore (12/6/2020), berkesempatan melepas ekspor 25 ton gula semut Cilacap dengan tujuan Brasil.

Syahrul Yasin Limpo mengatakan Kabupaten Cilacap tidak hanya memproduksi komoditas pangan dasar, juga mampu melakukan ekspor ke mancanegara melalui produk gula semut.

“Saya ingin sampaikan kalau bupatinya seperti Pak Bupati Cilacap (Tatto Suwarto Pamuji) dengan pemerintahan yang sangat kondusif bersama DPRD dan yang lain, maka akselerasi yang bisa dilakukan untuk kepentingan masyarakat, kehidupan rakyat yang lebih baik, masih bisa dicapai,” katanya.

Mentan mengaku kagum di saat pandemi COVID-19 seperti sekarang, masih ada ekspor yang sangat kuat dan bisa dilakukan. “Ini luar biasa,” katanya.

Sementara Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil mengatakan ekspor produk pertanian dari Kabupaten Cilacap yang disertifikasl oleh Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap meningkat dari tahun ke tahun.

“Komoditas yang diekspor berupa gula kelapa, daun ketapang, kayu albasia, sarang burung walet, dan lain-lain. Komoditas ini sebagian besar diekspor ke negara-negara Asia, Eropa, dan Amerika,” katanya.

Terkait dengan pelepasan ekspor 25 ton gula semut organik ke Brasil, dia mengatakan nilai ekspor yang dilakukan oleh eksportir PT Coco Sugar Indonesia itu mencapai Rp770.000.000.

Lebih lanjut, Ali mengatakan potensi ekspor komoditas pertanian di wilayah Kabupaten Cilacap dan sekitarnya masih perlu digali kembali. untuk membuka peluang ekspor produk pertanian lebih beragam.

Menurut dia, peningkatan ekspor khususnya di wilayah Cilacap dan sekitarnya menjadi komitmen Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap melalui kemudahan dalam pelayanan sertifikasi Phytosanitary Certificate yang umumnya dipersyaratkan negara pengimpor untuk komoditas pertanian.

Komentar