Berakhir 7 Juni, Wakil Ketua DPRD Sarankan PKM di Kota Semarang Diperpanjang

Juni 3, 2020
Belum ada gambar

SEMARANG, RAKYATJATENG – Penambahan klaster baru Covid-19 di wilayah Kota Semarang kembali ditemukan di sejumlah pasar rakyat, rusunawa, dan perbankan.Dengan adanya sejumlah klaster baru itu, penerapan new normal secara keseluruhan di Kota Semarang masih belum bisa diberlakukan secara optimal. Karena angka reproduksi atau reproductive number (R0) Covid-19 sampai 30 Mei 2020 adalah 1,47.Padahal untuk menjalankan new normal seharusnya sebuah wilayah R0 di bawah 1. Namun di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih membuka opsi untuk menjalankan new normal pada setiap sektor.Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Muhammad Afif mengapresiasi upaya Pemkot Semarang terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kasus Covid-19 tersebut.Salah satunya tidak terburu-buru menerapkan tatanan new normal.”Menurut saya, pemberlakuan new normal jangan terkesan terburu-buru tanpa adanya analisa kondisi sebenarnya. Salah satunya adalah pemetaan wilayah atau tempat yang kategori pusat-pusat transmisi lokal perlu dilakukan,” katanya, Rabu (3/6/2020).Menurut pria yang akrab disapa Afif ini sebelum menerapkan new normal, Pemkot Semarang harus bisa membuktikan bahwa kurva penyebaran Covid-19 di Kota Semarang sudah terkendali.”Saat ini, angka naik drastis, berarti penerapan new normal yang sediakalanya akan diterapkan 8 Juni, dibatalkan dulu, dan Pak Wali Kota sudah menyampaikan hal tersebut,” ujarnya.Selain itu, Afif menyarankan peran Puskesmas sebagai fungsi preventif dan promotif harus dikuatkan. Tak hanya itu, harus ada ketegasan dari pemerintah terhadap pihak yang tidak taat upaya-upaya preventif, bisa dengan memberlakukan perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) melihat kondisi kurva yang belum turun.“PKM berakhir 7 Juni, kami menyarankan diperpanjang, karena kondisi trendnya masih naik, dan jika tidak menerapkan PSBB, Pemkot Semarang bisa melakukan cara lain dengan lebih mengoptimalkan tes massal,” jelasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI