Memutus Mata Rantai Covid-19, Indonesia Berjihad

Mei 15, 2020

Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Kemenag RITERMA jihad sengaja digunakan untuk menyentuh sisi spiritualitas terdalam kita dan untuk menggugah partisipasi otentik seluruh warga bangsa dalam menghadapi Covid-19. Saatnya artikulasi keberagamaan kita mewujud dalam berbagai dimensi, mulai dari dimensi transendental spiritual sampai dimensi sosial ekonomi.Dalam jihad ini, seluruh warga bangsa wajib secara individu (fardu ain) berpartisipasi bersama pemerintah.Tulisan ini tidak ingin mengelaborasi tentang apa yang harus dilakukan oleh pemerintah karena sudah cukup banyak penjelasan tentangnya. Tulisan ini ingin membahas tentang apa yang harus kita lakukan sebagai warga bangsa.Pandemi global Covid-19 adalah musuh kemanusiaan yang telah mendisrupsi seluruh ekosistem kehidupan manusia. Makhluk super nano ini masih terlalu misterius untuk dapat dikalahkan oleh sofistikasi teknologi kesehatan mutahir.Kehadiran covid-19 ini menyadarkan kita bahwa, pertama, manusia dengan kemajuan peradaban dan kecanggihan teknologinya belum ada apa-apanya (QS, Al Israa, 85), dan oleh karena itu janganlah pongah (QS, Luqman 18).Kedua, menyadarkan manusia untuk terus belajar, meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuan (QS, Al Ghasiyah 17-20, Al Alaq 1-4), karena hanya dengan izin Allah dan ilmu pengetahuan yang dapat menghentikan Covid-19 ini. Semoga ihtiar ilmiah untuk menemukan vaksin yang dapat melumpuhkan keganasan virus ini segera ditemukan.Ketiga, kesabaran, kerendahan hati, tawadu, bersatu melakukan hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan (QS, al Taubah 108), menjaga jarak (physical distancing) atau menghindari kerumunan dan memakai masker, seakan mengajarkan agar manusia bersabar, saling tolong menolong dan saling menguatkan (QS, al Maidah 2).Keempat, sebagai hamba dan khalifah yang diberi amanah untuk mengurus bumi dan segala dinamikanya (QS, al Ahzab 72-73) setiap kita wajib melakukan sesuatu untuk mempertahankan kehidupan ini demi memuliakan kemanusiaan, (QS, al Isra’ 70, QS, al Maidah 32). Karena kehadiran Covid-19 ini tidak hanya mengancam hak manusia yang paling asasi (kehidupan), tapi mengancam dan mendisrupsi seluruh ekosistem dan penyangga-penyangga kehidupan.

Komentar