7 Solusi Atasi Kulit Pecah-Pecah dan Alergi Akibat Sering Cuci Tangan

SEMARANG, RAKYATJATENG – Mencuci tangan adalah salah satu cara efektif untuk membatasi penyebaran Covid-19.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur dan menyeluruh selama setidaknya 20 detik bisa berdampak pada kelembaban kulit tangan. Apalagi saat mencuci tangan dengan sabun berbasis alkohol atau pembersih tangan berbasis alkohol.

Kulit bisa kering atau pecah-pecah seperti sedang ganti kulit. Lebih parah lagi, seseorang mungkin mengalami dermatitis atau alergi dan ruam-ruam. Mengapa demikian?

Dilansir dari AsiaOne, Minggu (3/5), lapisan atas kulit kita (stratum corneum) adalah lapisan pelindung kunci kulit. Tetapi sering mencuci tangan dengan air berulang-ulang, sabun dan pembersih kulit akan mengganggu lapisan ini.

Seiring waktu, cuci tangan bisa menyebabkan kulit kering. Pada akhirnya bisa menyebabkan dermatitis tangan seperti dermatitis kontak iritan, yakni kontak langsung lapisan luar kulit dengan zat tertentu, sehingga merusak lapisan pelindung kulit.

Dermatitis kontak iritan lebih sering terjadi pada orang yang melakukan mencuci dan mengeringkan tangan mereka berkali-kali sehari. Mereka termasuk pekerja kesehatan (dokter, perawat, asisten perawatan pribadi), penata rambut, penjual makanan, staf dapur dan petugas kebersihan. Mereka juga dapat terkena iritasi dari pembersih deterjen.

Selama pandemi Covid-19, semua orang kini bisa terdampak. Orang dengan eksim dan asma juga berisiko lebih tinggi terkena dermatitis kontak iritan atau mengalami gejala eksim yang mendasarinya.

Lalu bagaimana cara mencegahnya dan solusinya?

1.Pilih Sabun Batangan

Orang dengan eksim atau yang pernah mengalami dermatitis kontak sebelumnya akan memiliki kulit yang lebih mudah teriritasi. Meskipun mereka masih dapat menggunakan sanitiser tangan, disarankan agar mereka mencuci tangan dengan sabun yang lembut. Jika bisa cobalah memilih non-sabun sintetis karena memiliki pH yang sama dengan kulit. Sehingga akan mengurangi iritasi. Jika sabun biasa yang berbasis alkohol, umumnya memiliki pH tinggi dan cukup basa. Ini mengganggu lapisan luar kulit. Dan lebih baik pilih sabun batangan. Sebab sabun cair biasanya mengandung wewangian dan pengawet, yang dapat menyebabkan dermatitis. Jadi pilihlah sabun batangan biasa yang tidak berbau.

2.Keringkan Tangan Sampai Bersih

Keringkan tangan dengan seksama, termasuk jaringan jari-jari dan di bawah cincin untuk mengurangi dermatitis yang disebabkan oleh air yang terperangkap. Iritasi dan kerusakan kulit dapat terjadi ketika ada kelembaban yang berlebihan, residu sabun dan air yang terperangkap di antara kulit dan cincin di bawahnya.

3.Gunakan Pelembab Non-Wewangian Secara Teratur

Pelembab punya formulasi yang berbeda. Gunakan pelembab lebih sering. Krim dan salep memiliki tekstur lebih tebal dan lebih berminyak, efektif untuk mengatasi tangan kering. Gunakan malam.hari lebih efektif.

4.Gunakan Sarung Tangan

Gunakan sarung tangan pelindung saat melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci piring atau saat berkebun. Gunakan sarung tangan katun saat melakukan pekerjaan kering, seperti menyapu atau membersihkan debu. Di malam hari, lembabkan tangan lalu kenakan sarung tangan katun. Sehingga memastikan pelembab tetap di tangan dan meningkatkan penetrasi ke kulit.

5.Obati Lebih Dini

Obati dermatitis tangan segera setelah itu terjadi. Jika tidak, maka akan menjadi lebih buruk.

6.Oleskan Petroleum Helly

Jika kehilangan kutikula kuku (pelindung pelindung antara kuku dan lipatan kuku), air akan dapat meresap ke dalam lipatan kuku, menyebabkan pembengkakan dan dermatitis. Gunakan petroleum jelly, untuk mencegah kerusakan air lebih lanjut. Petroleum jelly juga dapat digunakan pada retakan kulit.

7.Mencari Bantuan Medis

Jika ada radang merah, kering, dan gatal, dan menunjukkan dermatitis aktif, cari bantuan dokter umum atau dokter kulit. Anda akan diberi salep mengandung kortikosteroid sampai ruam mereda. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono