10 Ribu Jamaah Umrah di Solo Batal Berangkat, Nilainya Capai Rp 240 Miliar

Mei 1, 2020
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Persaudaraan Pengusaha Travel Umroh dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo mencatat 10 ribu jamaah umrah di Kota Bengawan batal berangkat. Jika dinominalkan, nilai pembatalan setara Rp 420 miliar. Atau Rp 250 miliar per bulan.Ketua Perpuhi Solo Her Suprabu menjelaskan, pembatalan ini imbas pandemi virus corona (Covid-19). Setelah pemerintah Arab Saudi membelakukan pelarangan umrah per 27 Februari. Dampak lainnya, biro umrah juga sudah merumahkan karyawannya. Sebagian lainnya memangkas jumlah karyawan.Anggota Perpuhi Solo tercatat 55 biro umrah dan haji. Rata-rata memiliki lima sampai sembilan karyawan tetap plus 15 tenaga kontrak. Alhasil lebih dari 500 karyawan tidak tetap terpaksa dirumahkan. Sementara karyawan tetap sebagian dipertahankan dan sisanya dirumahkan.“Kantor biro umrah masih buka sampai sekarang. Hanya mengurangi jam kerja dan menerapkan sistem piket,” terang Her Suprabu, kemarin (30/4).Terkait dana jamaah yang terlanjur dibayarkan, Perpuhi mengklaim aman. Jika proses lancar dan keadaan berangsur kondusif, jamaah akan diberangkatkan. Perpuhi menjamin dana jamaah tidak hilang selama pandemi corona. Sebab dana tersebut masuk ke rekening khusus.“Dana penampung di Kementerian Agama (Kemenag) aman. Yang belum masuk ke sistem, akan dipantau Perpuhi. Pada saat diperlukan, jangan sampai disalahgunakan,” ungkapnya.Terkait keberangkatan ibadah haji tahun ini, Perpuhi belum menerima kejelasan dari otoritas di Arab Saudi. Sebab, biro dilarang melakukan kontak terkait akomodasi dan lain sebagainya yang berkaitan dengan pelaksanaan haji. “Kami masih menunggu langkah selanjutnya,” imbuhnya.Bagi jamaah umrah yang gagal berangkat umrah, Perpuhi meminta jangan panik. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan berbagai stakeholder. Terkait penjadwalan ulang keberangkatan. Jamaah juga tidak akan dikenakan tambahan biaya re-scheduling keberangkatan.

Komentar

VIDEO TERKINI