Danone Indonesia Salurkan 10.000 Tempe di Klaten & Jogja

April 30, 2020
Belum ada gambar

KLATEN, RAKYATJATENG – Donane Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardika (Sarihusada) membagikan bantuan 10.000 tempe untuk kelompok rentan terdampak Covid-19 di Kabupaten Klaten dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Produk tempe tersebut dibeli dari Rumah Tempe Srikandi Genengan, Kecamatan Prambanan, Klaten yang merupakan program dampingan Sarihusada.“Di tengah kondisi pandemi ini kami berupaya untuk dapat turut berkontribusi positif. Termasuk melalui penyediaan akses makanan sehat. Selain memastikan pasokan produk bernutrisi yang esensial bagi kesehatan masyarakat,” jelas Vice President General Secretary Danone Indonesia Vera Galuh Sugijanto, Rabu (29/4).Lebih lanjut dia menjelaskan, bantuan tersebut diprioritaskan bagi mereka yang paling terdampak Covid-19. Seperti pekerja nonformal serta masyarakat dalam kategori dan area yang rentan. Bantuan tersebut juga turut mendukung UMKM untuk tetap dapat bergerak dalam tekanan situasi seperti saat ini.Sementara itu, Senior Health Nutrition Manager Danone Indonesia Wailayati Ningsih mengatakan, Sarihusada berkomitmen untuk mendorong kemandirian masyarakat dengan UMKM. Khususnya dalam situasi pandemi agar usaha tetap berjalan dan mampu bertahan.“Selain kemandirian, peningkaan kesejahteraan secara berkelanjutan juga menjadi tujuan dalm pendampingan Sarihusada kepada ibu-ibu di Rumah Tempe Srikandi Genengan,” jelas Waila.Sebelumnya, kelompok usaha Danone di Indonesia juga telah memberikan bantuan berupa alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis senilai Rp 300 juta yang diserahkan melalui BPBD Jogja. Termasuk paket sembako melalui Forum CSR Kabupaten Klaten pada pekan lalu.Selain itu, 2.000 paket sembako, hand sanitizer, dan disinfektan juga telah diserahkan kepada masyarakat sekitar pabrik di Prambanan, Klaten, dan Jogja.Ketua Kelompok Rumah Tempe Srikandi Genengan Selly Marfiana mengatakan, produksi tempe tengah mengalami tantangan. Mulai omzet yang mengalami penurunan hingga harga kedelai yang terus meningkat. Ditambah lagi kapasitas produksi juga turun karena permintaan yang berkurang.“Kami mengapresiasi Sarihusada yang telah memberikan donasi berupa tempe produksi kelompok kami. Sangat membantu usaha kami tetap berjalan. Di sisi lain, kami merasa bangga bisa ikut andil berbagi dengan sesama yang sedang mengalami kesulitan,” pungkas Selly.(rs/ren/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI