Tak Bermasker di Luar Rumah, Warga Banyumas Akan Didenda

April 29, 2020
Belum ada gambar

PURWOKERTO, RAKYATJATENG — Melihat semakin banyaknya warga yang terpapar virus corona, Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan menerapkan sanksi untuk masyarakat yang tidak menggunakan masker. Penindakan ini dilakukan, setelah dilakukan sosialisasi dan pembinaan selama kurang lebih dua minggu.“Selama ini, razia masker sifatnya masih sosialisasi dan imbauan saja, bagi yang melanggar hanya diberi peringatan dan membuat surat pernyataan. Bahkan oleh petugas juga diberikan masker gratis. Di beberapa kegiatan, Bupati Banyumas bahkan ikut menyosialisasikan penggunaan masker tersebut kepada pengguna jalan,” ujar Kepala Satpol PP Banyumas, Imam Pamungkas pada rapat rutin, Selasa (28/4/2020) di Pendopo Sipanji.Pihaknya segera mengambil tindakan yustisi dan memberlakukan sanksi terhadap warga yang melanggar Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tanggal 21 April tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit di Kabupaten Banyumas.“Sanksi yang diterapkan bagi yang tidak menggunakan masker, mulai dari denda maksimal Rp50.000 per orang, hingga ancaman kurungan 3 bulan. Namun, untuk pemberlakuan sanksi kurungan, kemungkinan belum dapat diterapkan di tengah situasi pandemi Covid-19,” jelas Imam.Imam mengungkapkan, pihaknya masih berkoordinasi dengan Kejaksaan dan Pengadilan Negeri Purwokerto dan Banyumas terkait pelaksanaan sidang, yang kemungkinan dilakukan dengan video conference. Hal tersebut sesuai dengan protokol persidangan di tengah pandemi Covid-19.“Besaran denda yang dijatuhkan nantinya tergantung pada hakim, maksimal Rp50.000 atau bisa di bawahnya,” tambah Imam.Menurutnya, sampai saat ini masyarakat yang belum menggunakan masker masih banyak, namun sudah mengalami penurunan dibanding dengan dua minggu sebelumnya.Dari data Satpol PP Banyumas, dalam razia tanggal 16 April misalnya, ditemukan total ada 242 orang yang tidak menggunakan masker. Paling banyak ditemukan di Jalan Karangkobar depan Balai Kemambang, yaitu sampai 50 orang. Kemudian, di Jalan Raya Kembaran ditemukan 47 orang dan di Jalan Raya Patikraja ada 39 orang.Saat ini, trend yang tidak menggunakan masker mulai mengalami penurunan. Dalam razia tanggal 22 April, ada 217 orang yang terjaring tidak menggunakan masker dan pada tanggal 23 April kembali menurun, ada 135 orang yang terjaring tidak menggunakan masker.“Selama sembilan hari melakukan penertiban penggunaan masker, mulai 15 – 23 April 2020, total ada 1.615 orang yang terjaring,” jelasnya. (hms)

Komentar

VIDEO TERKINI