Kasus Positif Covid-19 Masih Bertambah, Ini Langkah Pemkot Surakarta

April 29, 2020

SOLO, RAKYATJATENG – Angka pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Surakarta terus bertambah. Per Rabu (29/4), ada tambahan pasien terkonfirmasi Covid-19. Dua di antaranya pasien dalam perawatan (PDP) yang meninggal beberapa waktu lalu.Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surakarta Ahyani mengatakan, Solo masih bahaya. Dua PDP yang meninggal beberapa waktu lalu, akhirnya dinyatakan positif. Mereka adalah laki-laki 81 tahun asal Mojosongo dan laki-laki asal Jebres berusia 53 tahun. Sementara dua tambahan positif yakni laki-laki usia 32 tahun asal Banyuanyar dan laki-laki 53 tahun asal Jebres.“Kondisi ini sangat memprihatinkan. Ini menandakan Solo semakin diwaspadai terkait penyebarannya. Insya Allah kita lakukan tindakan-tindakan selanjutnya bersama instansi terkait,” kata Ahyani di rumah dinas wali kota Loji Gandrung, Rabu (29/4).Dengan situasi tersebut, pemkot mengaku telah melaksanakan seluruh antisipasi dengan maksimal. Mulai dari tracking interaksi pasien hingga melakukan isolasi terhadap lingkungan sekitar.Ahyani menyebut, bertambahnya pasien terkonfirmasi positif merupakan peningkatan status dari PDP. Sementara angka PDP dan orang dalam pemantauan (ODP) di Solo cenderung stabil.“Bahkan, pasien yang sembuh terus bertambah. Pasien positif yang sembuh sekarang lima orang. Rawat inap 13, meninggal dunia empat orang. Angka sembuh PDP sekarang 69 orang, rawat inap 25, meninggal dunia 17 orang. Sedangkan angka sembuh ODP sebanyak 416 orang, masih dalam pemantauan 68 orang,” katanya.Sementara itu, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menegaskan, pemkot terus menekan angka Covid-19. Dia menyebut salah satu lokasi yang rawan penyebaran adalah pasar tradisional. Untuk itu, dia mewajibkan seluruh pedagang pasar tradisional mematuhi protokol kesehatan.“Wajib pakai masker dan jaga jarak. Kalau ketahuan nggak pakai masker, akan diperingatkan 1, 2, 3. Kalau ngeyel, kita cabut SHP kiosnya,” tegas Rudy. (irw/ria)

Komentar