1.134 Kendaraan yang Melintas Tol Solo-Ngawi Dipaksa Putar Balik

  • Bagikan
Polisi dan petugas gabungan memeriksa kendaraan berplat luar kota di pintu tol Pungkruk, Sragen, Minggu (26/4). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SOLO, RAKYATJATENG – Empat hari sejak diterapkan aturan larangan mudik dan penyekatan kendaraan di perbatasan, Jumat-Senin (24-27/4), lebih dari 1.134 kendaraan yang melintas di Tol Solo-Ngawi dipaksa putar balik.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo mengungkapkan, seiring penerapan larangan mudik dan penyekatan di jalan tol sejak 24 April lalu, jumlah kendaraan yang melintas melalui Tol Solo-Ngawi terus mengalami penurunan.

”Januari-Februari 2020, arus masih normal dengan kepadatan 15 ribu-16 ribu kendaraan per hari. Masuk Maret hingga April ini menurun tajam hingga 6 ribu kendaraan per hari. Kemudian semenjak ada penyekatan turun menjadi 5 ribuan kendaraan dalam sehari,” jelas Ari, Senin (27/4).

Selama kebijakan penyekatan, banyak kendaraan yang dipaksa untuk putar arah. Berdasarkan data sementara, ada sekitar 1.134 kendaraan yang harus putar balik di ujung tol sepanjang 90,43 kilometer yang merupakan jaringan Tol Trans Jawa itu.

Rinciannya ada 149 kendaraan dipakasa putar balik pada Jumat (24/4). Kemudian, sebanyak 596 kendaraan yang putar balik pada Sabtu (25/4) dan 389 kendaraan pada Minggu (26/4). Sementara untuk Senin (27/4) petang, masih dalam pengolahan data.

“Kendaraan ini diputar arah, baik yang diarahkan ke Jatim maupun diarahkan ke Jateng dari Gerbang Tol (GT) Ngawi. Jumlahnya dari Jumat sampai Minggu mencapai 1.134 kendaraan dari 4.981 kendaraan yang exit di GT Ngawi,” beber Ari.

Selain di GT Ngawi, pihaknya memastikan tidak ada penyekatan lainnya di segmen Tol Solo-Ngawi. Penyekatan lain untuk arus lokal dilakukan secara mandiri oleh pihak kepolisian dan dinas perhubungan yang ada di kota/kabupaten daerah setempat. Salah satunya seperti yang ada di Kabupaten Sragen (dekat GT Sragen).

“Yang terkonfirmasi Sragen. Infonya di sana juga ada penyekatan lokal untuk kendaraan yang mau masuk Kabupaten Sragen. Kalau yang lain sepertinya belum. Dimaksimalkan dengan penyekatan di tiap segmen pengelolaan tolnya saja,” jelas dia.

Ari memperkirakan kepadatan lalu lintas di Tol Solo-Ngawi juga akan semakin menyusut seiring penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa Timur pada Selasa (28/4) ini.

“Tentu akan mengalami penyusutan. Tapi pelayanan tetap normal karena penyekatan itu wewenangnya kepolisian dan perhubungan, kami membantu menyediakan sarprasnya saja,” tutup Ari.

(rs/ves/per/JPR/JPC)

  • Bagikan