Waktu Operasional Swalayan Dikurangi

April 14, 2020
Belum ada gambar

Dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Pasar Dinper Bantul Arum Bidayati, hal tersebut memang keputusan yang sulit. Namun Dinpar diperintahkan untuk mengurangi kerumunan. “Pasar itu bukan tempat yang gampang dikondisikan,” sebutnya.Pedang dan pembeli sulit menjaga jarak, sebab kerap kali berdesakan. Jumlah pembeli yang hadir pun tidak dapat dibatasi. “Beda dengan toko modern,” ucapnya.Arum mencotohkan salah satu swalayan yang sempat melakukan pembatasan. Pembeli diminta untuk mengantre, sebab hanya diperkenankan 10 pembeli saja yang berada di dalam toko. “Kalau dipasarkan nggak bisa,” sebutnya.Sehingga, alternatif yang dapat dilakukan adalah mengurangi jam operasional pasar. Peraturan pun sudah melewati diskusi yang panjang, baik dengan lurah pasar ataupun pedagang. “Tidak serta merta mengeluarkan peraturan,” tegasnya.Sedangkan untuk swalayan berjeraring nasional, Arum enggan berkomentar. Kendati sudah mendapat banyak protes. “Jadi seakan-akan nggak equal, rakyat kecil tidak boleh buka sampai sore tapi toko punya orang kaya dibiarkan buka sampai malam,” sebutnya. (cr2/bah/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI