PSIS Semarang Beberkan Skenario Terburuk Jika Liga 1 Dihentikan Permanen

April 11, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – PSIS Semarang menyambut baik kabar akan adanya turnamen pengganti Liga 1 jika nantinya kompetisi kasta tertinggi di Indonesia itu dihentikan secara permanen.Pasalnya langkah tersebut sangat ditunggu oleh klub yang mulai cemas dengan ketidakjelasan nasib kompetisi akibat pandemi korona.CEO PSIS, Yoyok Sukawi menuturkan pihaknya bersama dengan Menpora telah melakukan dengar pendapat bersama Ketua Umum PSSI, Muchammad Iriawan terkait kelanjutan Liga 1.Jika sampai September status darurat BNPB tidak dicabut, bisa jadi pelaksanaan Liga 1 akan dihentikan secara permanen. Maka dari itu, induk sepakbola Indonesia tersebut menggulirkan ide kompetisi pengganti. Untuk dapat menggantikan liga yang terhenti.“Kalau tidak kunjung membaik, Liga 1 jadi kurang waktu untuk pelaksanaanya. Maka dari itu pak Iwan Bule (Ketum PSSI, red) usul kompetisi pengganti yang bisa dilaksanakan dalam waktu singkat,” ujarnya.Pihaknya menjabarkan kompetisi yang dimaksud PSSI sendiri seperti halnya Piala Presiden. Dimana hanya membutuhkan waktu pelaksanaan tiga sampai empat bulan saja. Sehingga cukup waktu untuk diadakan sampai akhir musim 2020.Mendengar hal tersebut, Yoyok mengaku menyambut baik ide yang diberikan PSSI. Pasalnya langkah tersebut dapat menjadi alternatif jawaban. Sehingga para pelatih dan pemain tidak menggangur selama satu musim.”Saya setuju. Kasihan pemain kalau nganggur. Jadi adanya kompetisi pengganti bisa memgembalikan pemasukan pemain yang kosong selama libur kompetisi,” lanjutnya.Dirinya menambahkan manajemen PSIS sendiri sudah mengantisipasi bilamana Liga 1 terpaksa dihentikan secara permanen.Pihaknya telah membuat rencana memberikan tali asih tiap bulan kepada para pemainnya. Meskipun terbatas, ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban pemain akibat penghentian kompetisi.“Ya walaupun hanya untuk keperluan dasar rumah tangga, semoga saja bisa membantu para pemain kita,” pungkasnya.

Komentar