DPMPTSP Naker Rembang: Kartu Prakerja Dijatah untuk Korban PHK

April 11, 2020
Belum ada gambar

REMBANG, RAKYATJATENG – Ada 42 karyawan di Rembang yang dirumahkan. Mereka berasal dari dua badan usaha, yang melakukan kebijakan merumahkan karyawan.Dinas Penananaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) Rembang telah mendata karyawan tersebut. Untuk mendapatkan kartu prakerja. Hanya saja, terkait siapa yang mendapatkan akan diputuskan pemerintah pusat.Kepala DPMPTSP Naker Rembang Teguh Gunawarman mengatakan, kartu prakerja merupakan program dari pemerintah pusat. Yang diperuntukkan untuk orang yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau dirumahkan. Karena terdampak Covid-19.Artinya, mereka yang sudah bekerja di sebuah badan usaha. Selain itu juga orang yang mencari kerja. Alur untuk mendapatkan kartu tersebut, dari pemerintah kabupaten (pemkab) harus melakukan pendataan.Satu kartu prakerja, kata Teguh, total fasilitas yang didapatkan sekitar Rp 3,350 juta. Dengan rincian satu juta untuk pelatihan, Rp 150 ribu untuk biaya survei, kemudian Rp 600 ribu kali empat bulan merupakan insentif bagi orang yang mendapatkan kartu prakerja.Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait hal ini. ”Blangko yang kami kirim diisi saja, Nama, NIK, no Hp, alamat rumah, email, kemudian memberikan keterangan yang sudah kami beri pilihan. Ter PHK, dirumahkan, pencaker,” katanya.Data-data tersebut yang masuk baik via WhatsApp (WA), email, atau datang sendiri ke bidang tenaga kerja. Akan direkap sesuai kondisi masing-masing pemohon. Kemudian dikirim secara berjenjang. Pertama, dikirim ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya direkap kembali. Lalu dikirim ke pusat. Dalam hal ini kementerian tenaga kerja.”Oleh pusat nanti diverifikasi. Ada tiga lembaga. Kementerian tenaga kerja, menko perekonomian, dan komite, yang menyeleksi data tersebut. Kemudian memutuskan. Yang mendapatkan katu prakerja,” jelasnya.

Komentar

VIDEO TERKINI