Mudik ke Solo? Perantau Dikarantina Tidur 14 Hari Dulu di Graha Wisata

Maret 31, 2020

SOLO, RAKYATJATENG – Pemkot Surakarta merespons serius atas fenomena tingginya gelombang mudik di kawasan eks Karesidenan Surakarta. Khusus untuk Kota Solo, pemkot mewajibkan pemudik untuk menjalani karantina selama 14 hari sebelum kembali ke rumah masing-masing. Tiga lokasi karantina telah disiapkan, salah satunya dikhususkan bagi pemudik.Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menjelaskan tiga lokasi yang digunakan sebagai karantina adalah Ndalem Joyokusuman, Ndalem Priyosuhartan, dan Graha Wisata Niaga. Ndalem Joyokusuman dan Ndalem Priyosuhartan akan digunakan untuk karantina masyarakat Solo yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).Sedangkan Graha Wisata Niaga dikhususkan bagi pemudik dari luar kota yang masuk ke Solo. Gedung yang berada di kompleks Sriwedari itu diprediksi mampu menampung 200 hingga 300 orang.“Graha Wisata itu lantai satu dan dua kita gunakan karantina pemudik 14 hari. Cek kesehatan rutin dan sebagainya. Kalau sehat, ya pulang. Kalau PDP, ya ke rumah sakit,” kata wali kota usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di Manganti Praja kompleks balai kota, kemarin (30/3).Wali kota telah menunjuk penanggung jawab untuk masing-masing rumah karantina. Mereka bertugas menyiapkan tempat, memastikan logistik serta merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan di rumah karantina.”Kalau yang di Joyokusuman dan Priyosuhartan akan kita siapkan pendamping untuk olahraga, guru tari jika mereka ingin menari dan sebagainya. Kita usahakan pekan ini semua selesai,” kata Rudy.Pemkot berharap dengan adanya rumah karantina ini dapat mengikis kekhawatiran masyarakat atas kedatangan perantau yang makin banyak belakangan ini. Selain itu, warga perantauan yang berencana mudik ke Solo pun akan menjadi berpikir ulang. Karena mereka harus melewati karantina terlebih dahulu.

Komentar