TMMD Kodim Semarang di Rowosari, dari Pembangunan Saluran Air hingga Bedah Rumah

Maret 19, 2020

SEMARANG, RAKYATJATENG – Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-107 Kodim 0733/BS Semarang di wilayah Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Semarang berlangsung beda dengan pelaksanaan biasanya.Kali ini kegiatan yang dimulai Senin (16/3/2020) tanpa seremoni dan langsung dilakukan pekerjaan pada beberapa sasaran.Dandim 0733 BS/Semarang Kol Kav Zubaedi S.Sos MM pada kesempatan memeriksa personilnya, Kamis (19/3/2020) mengatakan seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD Reguler Ke-107 setiap pagi sejak dibukanya pada Senin lalu telah bekerja sesuai tugas masing-masing bersama masyarakat setempat.”Mereka ada yang mengerjakan pembangunan saluran air sepanjang 100 meter, pavingisasi, betonisasi jalan, pembuatan instalasi air bersih, serta rehab rumah milik warga sebanyak 10 unit. Meski dalam kondisi siaga dan pewaspadaan serta pencegahan Covid-19, kami tetap bekerja dengan mengedepankan standar keamanan bagi kesehatan prajurit dan masyarakat,” ungkap Kol Kav Zubaedi.Pembangunan infrastruktur melalui TMMD di Kelurahan Rowosasri menurut Dandim 0733/BS Semarang sangat dinantikan dan disambut antusias warga masyarakat.Terbukti setiap hari banyak warga yang membantu prajurit Kodim 0733 BS, Yonif Raider 400 Banteng Raiders, Arhanud 15 serta Penerbad mengerjakan pekerjaan mengolah material dan membongkar rumah tak layak huni yang hendak direhab.Surata SPd, Lurah Rowosari saat ikut meninjau pengerjaan sejumlah sasaran pembangunan menyampaikan terima kasihnya kepada Dandim 0733/BS Semarang dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang telah menjadikan Rowosari sebagai sasaran TMMD Reguler ke-107.”Kami merasakan dampaknya sangat luar biasa, terutama bagi kemajuan dan perkembangan wilayah Rowosari. Dengan pembangunan beberapa sasaran ini, akan mengurangi problem yang ada di Rowosari. Misalnya jalan penghubung Rowosari-Meteseh yang rusak kini akan diaspal. Hal ini akan membuka Rowosari menjadi daerah yang mudah dicapai dari wilayah Meteseh. Adanya jalan-jalan yang dipaving dan dibeton, menjadikan daerah ini tak lagi terisolir seperti anggapan banyak orang,” ungkap Surata.

Komentar