Warga Jepara Pilih Batalkan Resepsi Pernikahan Demi Antisipasi Corona

Maret 18, 2020

JEPARA, RAKYATJATENG – Rencana resepsi pernikahan terpaksa dibatalkan keluarga pasangan Muhammad Sholikul Aziz dan Fityatul Mukhsinah. Sebab, pihak keluarga mengantisipasi penyebaran Covid-19. Padahal rencananya, resepsi itu menghadirkan sekitar 600 tamu.Perwakilan keluarga, Miftahul Faizin mengatakan, akad nikah sedianya berlangsung Sabtu (28/3) mendatang. Acara berlangsung di rumah mempelai perempuan di Desa Karangaji, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sedangkan resepsi pernikahan digelar keesokan harinya, Minggu (29/3).Rencana awal resepsi digelar di kediaman mempelai laki-laki, di Desa Wonorejo, Jepara. ”Akad nikah tetap berlangsung. Yang resepsi resmi kami batalkan,” katanya.Undangan yang sudah dipesan pun batal disebar. Meski belum menyebar undangan, sudah banyak teman dan keluarga mempelai yang mengetahui acara resepsi. Sehingga keluarga membuat pengumuman melalui pesan berantai di aplikasi whatsapp. Mengumumkan bahwa acara resepsi dibatalkan.Sedangkan akad nikah tetap berlangsung. Namun, dengan undangan yang terbatas. Hanya keluarga dekat dan kolega. ”Kami inisiatif membuat pesan kepada keluarga dan teman-teman terkait pembatalan resepsi,” ujarnya.Sebenarnya, acara resepsi itu sudah dinanti pihak keluarga. Sebab, mempelai laki-laki merupakan anak pertama dari 13 bersaudara. Muhammad Sholikul Aziz dilangkahi adik-adiknya. Sembilan adiknya sudah menikah. ”Keluarga kami sebenarnya sangat senang dan bermaksud menggelar resepsi. Tapi akhirnya dibatalkan,” ujar adik mempelai laki-laki itu.Pihaknya sudah memesan berbagai perlengkapan resepsi pernikahan. Mulai tenda, sound system, dan panggung. Itu semua terpaksa dibatalkan. Grup band yang akan menghibur tamu undangan pun batal manggung. ”Vendor yang sudah kami pesan kami batalkan dan memaklumi, karena alasan pencegahan corona,” imbuhnya.Sementara itu, langkanya bahan pembuat disinfektan tak menyurutkan langkah PMI Kudus dalam upaya pencehan perkembangan virus korona. Keterbatasan ini dimanfatkan dengan memanfaatkan cairan pemutih baju sebagai pengganti alkohol yang sekarang ini mahal di pasaran. Racikan disinfektan ini, juga disemprotkan di beberapa ruang publik dan perkantoran.

Komentar