Disuruh Belajar di Rumah Malah Nongkrong di Kafe, Kena Razia Satpol PP Deh…

Maret 18, 2020

SOLO, RAKYATJATENG – Keputusan Pemprov Jateng menerapkan kebijakan belajar di rumah untuk mengantisipasi meluasnya wabah corona tidak dipatuhi sejumlah siswa SMA dan SMA. Mereka malah asyik nongkrong di kafe.Delapan pelajar tersebut mendapat teguran dari Satpol PP Surakarta, Selasa (17/3).Kasi Penyelidikan, Penyidikan, Pembinaan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Surakarta Sapto Budi Santosa mengatakan, razia pelajar merupakan bentuk penertiban. Sesuai surat edaran (SE) wali kota dan Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta para pelajar melakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) di rumah.“Razia kami lakukan di beberapa titik yang sebelumnya menjadi lokasi bolos sekolah. Hasilnya ada delapan anak SMA dan SMK yang ketahuan nongkrong,” tegasnya.Mereka nongkrong di salah satu kafe kawasan Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari sekitar pukul 10.30. “Pelajar itu kami data dan diberi imbauan agar belajar di rumah sesuai dengan aturan sekolah. Jika ketahuan kembali nongkrong, kami beri tindakan tegas,” ujarnya.Pendataan dilakukan untuk memudahkan berkoordinasi dengan pihak sekolah. Ketika kedapatan kembali nonkrong di jam sekolah, segera dilaporkan ke sekolah untuk mendapatkan sanksi. “Kegiatan ini sebagai bentuk pencegahan dan tindak lanjut imbauan Pemkot Surakarta,” terangnya.Sebelumnya, Kepala Disdik Surakarta Etty Retnowati mengatakan, kebijakan belajar di rumah dilakukan Senin (16/3) sampai Sabtu (28/3). Diberlakukannya pembelajaran daring ditargetkan mengurangi aktivitas siswa di luar rumah.“Materi pembelajaran sudah disiapkan oleh pendidik. Sesuai perencanaan dan penjadwalan materi pembelajaran. Pendidik juga memberikan bahan sebagai tugas siswa di rumah,” ujar dia.Disdik juga meminta guru berkoordinasi dengan orang tua maupun wali murid ikut memantau kondisi kesehatan para siswa. (rgl/wa)(rs/rgl/per/JPR/JPC)

Komentar