Satlantas Polres Boyolali Terapkan Tes Psikologi bagi Pemohon SIM

Maret 10, 2020
Belum ada gambar

BOYOLALI, RAKYATJATENG – Prosedur dan persyaratan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) bakal bertambah. Satlantas Polres Boyolali bajal menerapkan tes psikologi pada para pemohon pembuatan dan perpanjangan. Tes ini diberlakukan mulai Senin (9/3).Kasatlantas AKP Dwi Panji Lestari mewakili Kapolres Boyolali AKBP Rachman Nur Hidayat menjelaskan, sebelumnya syarat pembuatan dan perpanjangan SIM hanya sehat jasmani saja. Sekarang ditambah sehat jasmani dan rohani.“Tes psikologi wajib untuk pemohon SIM baru maupun perpanjangan. Diberlakukan bagi semua golongan SIM,” terangnya, kemarin (9/3).Menurut kasatlantas, tes psikologi bagi pemohon SIM beda dengan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) maupun perguruan tinggi.Tes ini hanya untuk mengetahui kesehatan rohani pemohon saja. Di antaranya konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, hingga kemampuan penyesuaian diri.Selain itu juga untuk mengetahui stabilitas emosi dan ketahanan tubuh pemohon. Alhasil soal-soal tes menyesuaikan. Kasatlantas menambahkan, tes psikologi diterapkan untuk menurunkan angka kecelakaan di Boyolali. Perlu diingat, angka kecelakaan di Kota Susu cukup tinggi.“Penyelenggara tes psikologi dari pihak ketiga. Hanya ada 30 soal yang harus dikerjakan pemohon. Cukup mencontreng pada kolom ya dan tidak pada lembar jawaban,” imbuhnya.Sementara itu, banyak pemohon yang sempat kebingungan dengan penerapan tes psikologi. Seorang di antaranya Ibu Hudaya, 64, pemohon asal Kecamatan Wonosegoro. Dia mengaku kaget ada tambahan persyaratan perpanjangan SIM.“Harus ikut tes psikologi dulu sebelum mendaftar perpanjangan SIM. Awalnya takut. Tapi setelah saya baca, soalnya ternyata mudah. Pertanyaannya terkait keseharian pribadi. Misalnya apakah sering capek dan sebagainya,” ujarnya. (wid/fer)(rs/wid/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI