Pipanisasi, Solusi Atasi Krisis Air Bersih di Klaten

KLATEN, RAKYATJATENG – Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, tak hanya langganan bencana erupsi Gunung Merapi. Desa ini juga langganan kekeringan saat musim kemarau datang. Sekarang, krisis air berakhir. Setelah ada program pipanisasi, bersumber dari mata air Bebeng, Kabupaten Sleman.

“Sebenarnya sudah ada yang dialiri dari mata air Bebeng. Tapi belum merata. Setelah ada pipanisasi ini, 514 rumah teraliri semua,” jelas Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Pemerintah Desa Balerante Jainu, kemarin (9/3).

Pipanisasi menelan anggaran Rp 809 juta. Bersumber dari APBD Kabupaten Klaten. Plus Rp 200 juta dari desa dan Rp 45 juta dari swadaya masyarakat. Seluruh anggaran digunakan untuk pembangunan infrastruktur penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (pamsimas).

Pamsiman ini dikelola secata berkelompok. Warga dikenai biaya penggunaan air Rp 2.000 per meter kubik. “Di tiap rumah, sudah terpasang water meter untuk mengukur pengguna air. Tapi kan ini belum masuk musim kemarau. Belum tahu apakah program pipanisasi ini berhasil atau tidak. Kalau lolos, berarti aman,” imbuhnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono