Bawaslu Sukoharjo Banjir Laporan, Sorot Netralitas ASN

Maret 10, 2020
Belum ada gambar

SUKOHARJO, RAKYATJATENG – Aktivis Pro Mega (Promeg) 96 dan Elemen Masyarakat Sukoharjo (El Maso) mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo, kemarin (9/3). Mereka memberikan dukungan kepada Bawaslu untuk menindak tegas setiap pelanggaran dalam pemilihan kepala daerah (pilkada).”Kami merasa prihatin dengan oknum pejabat publik dan aparatur sipil negara (ASN) yang memobilisasi massa untuk mendukung bakal pasangan calon,” tegas Ketua Promeg 96 Sukoharjo Ahmad Suyadi.Ketua posko gotong royong tersebut mencurigai adanya kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditunggangi kampanye bakal pasangan calon tertentu. “Karenanya, kami mohon keterbukaan belanja publik Sukoharjo diberitahukan ke masyarakat. Kami harap Bawaslu menindak tegas sesuai hukum,” Suyadi.Dia juga menyoroti bakal calon kepala daerah yang masih berstatus sebagai ASN. Seharusnya, pihak bersangkutan harus segera mengundurkan diri atau cuti dari jabatannya.Serupa ditegaskan Ketua El Maso Iwan. Dengan masih menjabat sebagai ASN, rawan terjadi intervensi terhadap ASN lainnya. “Kami kawal pilkada secara demokratis. Kami tidak berafiliasi dengan pasangan calon mana pun,” terang dia.Di hadapan Promeg 96 dan El maso, Ketua Bawaslu Sukoharjo Bambang Muryanto menegaskan, setiap laporan dan temuan akan diteruskan ke instansi yang berwenang. Pihaknya mengapresiasi partisipasi masyarakat yang ikut mengawal proses pilkada.“Kami berupaya melakukan pencegahan pelanggaran. Baik pada TNI-Polri, maupun ASN. Masukan dari Promeg 96 dan El Maso tetap akan kami tindak lanjuti apakah ada pelanggaran atau tidak,” paparnya.Terpisah, Bendahara DPC PDIP Sukoharjo Wawan Pribadi menuturkan, tuduhan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ditunggangi untuk kampanye maupun mobilisasi massa yang dilontarkan Promeg 96 tidak pas. Kegiatan tersebut baru bisa disebut kampanye bila sudah memasuki tahapan pilkada.

Komentar

VIDEO TERKINI