Eksekusi Sriwedari, DPRD Minta PN Hati-Hati

Maret 6, 2020
Belum ada gambar

SOLO, RAKYATJATENG – Rencana eksekusi lahan Sriwedari mendapat reaksi dari DPRD Surakarta. Lembaga legislatif ini meminta Pengadilan Negeri (PN) Surakarta agar lebih berhati-hati mengambil langkah. Sebab, lahan seluas 10 hektare ini sudah menjadi bagian dari masyarakat Kota Bengawan.Ketua Komisi II DPRD Surakarta Y.F. Sukasno mengatakan, terlepas putusan pengadilan memenangkan ahli waris, kawasan Sriwedari merupakan salah satu ikon Kota Solo yang sudah dikenal seluruh rakyat Indonesia. “Lokasi ini, mau tidak mau juga banyak menorehkan cerita bersejarah soal perkembangan Kota Solo,” katanya.Politisi PDIP ini menambahkan, banyak aset milik pemkot yang selama ini dimanfaatkan sebagai public space. Seperti Stadion Sriwedari, Museum Keris, Plaza Sriwedari, Radya Pustaka, dan masih banyak lagi. “Kalau nanti jadi milik pribadi, kelangsungannya seperti apa?” ucap Kasno.Sukasno mengatakan, pada periode 2009-2014, sudah ada keputusan ketua fraksi dan DPRD Kota Surakarta sebagai presentasi masyarakat Solo mendukung langkah-langkah pemkot dalam mempertahankan kawasan Sriwedari sebagai aset pemkot.“Sekarang Sriwedari masuk di neraca aset pemkot. Ini dibuktikan dengan kepemilikan hak pakai. Jadi menurut saya, PN harus hati-hati mendengarkan aspirasi masyarakat luas,” kata dia.Setelah banyaknya pemberitaan eksekusi lahan Sriwedari, Sukasno menjelaskan, ada beberapa kelompok yang menyampaikan aspirasi dan memberikan dukungan untuk mempertahankan Sriwedari secara hukum. Tanah Sriwedari sudah menjadi hak pakai pemkot sehingga harus dipertahankan.“Saya mengimbau pada paguyuban dan forum budaya di Solo tetap tenang serta tidak perlu risau. Saya percaya pemkot mampu mempertahankan tanah Sriwedari,” kata dia.Seperti yang diberitakan sebelumnya, Jumat (21/2) lalu, PN Surakarta mengeluarkan surat No:10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Skt. Jo No:31/Pdt.G/2011/PN.SKA Jo No:87/Pdt/2012/PT.Smg Jo No:3249-K/Pdt/2012 tentang penetapan eksekusi lahan Sriwedari, serta menyerahkan lahan yang berada di jantung Kota Solo ini kepada ahli waris.Namun, PN Surakarta belum bisa memastikan jadwal eksekusi. Sebab, pihaknya baru akan menggelar rapat koordinasi dengan aspek pengamanan, Senin depan (9/3). PN berharap semua pihak menghormati keputusan ini, mengingat kasusnya sudah inkrah. (atn/bun/ria)(rs/atn/per/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI