Pasar Tambak Potensial jadi Wisata Budaya

Maret 2, 2020

SRAGEN, RAKYATJATENG – Masyarakat Desa Sribit, Kencamatan Sidoharjo, Sragen, Jawa Tengah, berusaha konsisten dalam melestarikan tradisi Pasar Tambak. Mereka berharap perhatian dari pemerintah untuk turut mempromosikan pasar budaya tersebut agar semakin berkembang.Aktivitas jual beli Pasar Tambak dilakukan hanya setahun sekali. Yaitu tiap malam Jumat Wage pada minggu pertama Bulan Suro (penanggalan Jawa).Uniknya, hanya alat-alat dapur, peternakan, dan perikanan yang dijual di Pasar Tambak ini. Kini, pasar tersebut sudah dilengkapi joglo senilai Rp 100 juta. Sebagai persiapan peringatan sewindu Pasar Tambak, September mendatang.Kepala Desa Sribit Sutaryo mengatakan, masyarakat ikut berperan dalam menggaungkan Pasar Tambak. Mereka berharap Pasar Tambak menjadi destinasi pariwisata budaya di Kabupaten Sragen.”Ada nilai budaya terkait dengan Petilasan Eyang Tambak. Ada keunikan yang tidak bisa ditemukan di tempat lain,” ujarnya.Pihaknya berharap mendapat dukungan dari Pemkab Sragen untuk menarik wisatawan. Misalnya memperbaiki akses jalan agar mudah dilalui. ”Jalan ke Pasar Tambak masih butuh perbaikan agar memudahkan pengunjung pasar,” jelasnya.Anggota Komisi IV DPRD Sragen Fatchurahman menyampaikan, ke depan kawasan tersebut akan dibuat kolam pemancingan agar lebih ramai didatangi warga.”Bagian timur bisa jadi kolam, tapi butuh banyak dukungan dari pemerintah,” ujarnya.Menurutnya, Pasar Tambak menjadi salah satu keunikan Desa Sribit. Sehingga sangat potensial untuk dikembangkan, terutama dalam melestarikan budaya dan tradisi setempat.Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menambahkan Pasar Tambak ini mempunyai ciri khas tersendiri dibanding pasar yang lain, sehingga patut dilestarikan.”Silakan dikembangkan, jika berkembang pemda siap bantu. Soal jalan yang rusak 1,4 km di ruas Jambanan-Pandak ini dicatat dan akan dianggarkan,” tuturnya. (din/adi)

Komentar