Izin Kapal Cantrang Berakhir Maret, Nelayan di Rembang Galau

Maret 2, 2020

REMBANG, RAKYATJATENG – Ratusan izin kapal cantrang milik nelayan Kota Garam bulan Maret ini habis.Asosiasi Nelayan Dampo Awang Rembang mencatat ada sekitar tiga ratus lebih kapal nelayan yang harus melakukan perpanjangan izin di kementerian kelautan lantaran bobotanya di atas 30 gross ton.Kendalanya, selain ongkos yang besar, mereka juga kesulitan mengurus izin secara online.Suyoto, Ketua Asosiasi Nelayan Dampo Awang Rembang mengakui jika perizinan kapal cantrang sudah habis. Namun begitu, pihaknya memastikan jika para nelayan jauh hari sudah mulai melakukan pengurusan perpanjangan.“Mulai bulan Februari nelayan Rembang sudah mulai melakukan perpanjangan. Mereka langsung mengurus di Kementerian Kelautan Perikanan (KKP). Sebab di atas 30 GT harus di Jakarta,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus, kemarin (29/2).Dia mengakui, sejumlah kendala sempat dihadapi para nelayan. Salah satunya terkait kepengurusan perpanjangan dengan sistem online. Sementara sebagian nelayan belum siap untuk itu. Tak hanya itu, kesiapan dari instansi terkait juga belum maksimal.“Sebenarnya perpanjangan izin bisa cepat, jika syarat sudah komplet dan dikirim KKP, billing akan keluar. Secara otomatis dapat diproses,” ujarnya.Soal status cantrang Suyoto menyebutkan KKP rencana akan melegalkan. Karena itu, pemilik kapal harus mengurus SIUP (surat izin usaha perikanan).“SIUP merupakan izin yang diharapkan. Ketika mengurus jelas surat penangkapanya yakni jenis cantrang. Inilah yang dinanti-nantikan nelayan,” katanya.Sebelumnya akhir Januari lalu para juragan kapal sempat beraudiensi dengan wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen saat kunjungan kerja di kampung halamannya. Ketika itu rombongan blusukan ke TPI Tasikagun yang ditempati nelayan cantrang.Gus Yasin berdialog langsung dengan nelayan. Kemudian meninjau lokasi pengurusan izin di kantor Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tasikagung, Rembang. Turut mendampingi kepala PPP, Yunus Mintarso. Disambung sesi ruang audiensi pemilik kapal.

Komentar