Dishub Temukan Banyak Bus Bangsri-Jepara Tak Layak Jalan

Maret 2, 2020
Belum ada gambar

JEPARA, RAKYATJATENG – Sebagian besar armada bus dalam kota di Kabupaten Jepara tidak layak jalan. Razia yang digelar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) pun tak mampu memberi efek jera. Bus-bus itu masih nekat beroperasi.Kabid Angkutan Jalan Dishub Jepara Setyo Adi mengatakan, dari seluruh jenis angkutan umum, hanya bus dalam kota yang tidak tertib uji kelayakan. Perbandingannya, 70 persen angkutan umum sudah tertib uji kelayakan. Sedangkan 30 persen sisanya belum.Pihaknya menilai, ada sejumlah hal yang melatarbelakangi mereka tidak tertib uji kelayakan. Antara lain menurunnya jumlah penumpang, kondisi bus tidak layak jalan, dan persoalan administrasi.”Angkutan umum 70 persen sudah tertib. Hanya bus dalam kota dengan trayek Bangsri-Jepara yang tidak tertib,” ungkap Setyo.Setyo menjelaskan, terkait dengan penurunan jumlah penumpang, kondisi ini memang sudah berlangsung sejak lama. Dulu bus dalam kota selalu penuh dengan penumpang yang bekerja di pabrik atau anak-anak sekolah. Kini penumpang tidak menentu.Menurunnya jumlah penumpang tersebut, oleh Setyo dinilai sangat berpengaruh pada pendapatan pengelola bus. Menurutnya, pendapatan yang tidak menentu hanya mampu untuk biaya operasional sehari-hari. Jadi, pendapatan tersebut tidak mampu untuk meremajakan kendaraan.”Kalau tidak dua persoalan itu, ya bisa jadi karena surat-surat kendaraannya yang bermasalah,” kata Setyo.Pihaknya menambahkan, semua angkutan umum wajib melakukan uji kelayakan selama enam bulan sekali. Ada dua hal yang menjadi syarat uji. Yakni uji teknis dan uji layak jalan. Uji teknis meliputi kondisi kendaraan harus bisa dipertanggungjawabkan. Sementara itu, uji layak jalan berkaitan dengan surat-surat kendaraan.”Yang paling gampang itu dilihat dari asap. Jika warnanya hitam pekat atau kotor, berarti ada masalah pada kendaraan. Bisa jadi mesinnya yang bermasalah. Artinya mereka harus perbaiki mesinnya. Lha kondisi keuangan mereka saja tidak menentu. Sementara biaya perbaikan mesin biasanya mahal,” jelas Setyo.Selama ini, pihaknya sudah sering mengundang pemilik bus tersebut untuk audiensi. Namun mereka mewakilkan kepada sopir atau orang lain. Selain itu, pihak Dishub juga sudah sering melaksanakan razia di jalan. Namun, hasilnya masih nihil.Di awal tahun ini saja, pihaknya telah melakukan razia dua kali di Mlonggo dan Mulyoharjo. Setyo menyatakan, biasanya mereka tidak beroperasi jika ada razia. Atau tetap beroperasi tapi kucing-kucingan dengan petugas. ”Kami akan melakukan pendekatan lagi. Kali ini pendekatan akan lebih khusus,” tegasnya. (qih)(ks/lid/top/JPR/JPC)

Komentar

VIDEO TERKINI